Makau, Cina—Kennedynews.id.
Insiden melibatkan robot mengejutkan wanita lanjut usia hingga dilarikan ke rumah sakit terjadi di Makau, China.

Di dekat kompleks perumahan Lok Yeung Fa Yuen di Patane, pada 5 Maret 2026, sekitar pukul 21.00. Wanita lanjut usia pada larut malam sedang menggunakan ponselnya, dan di tengah momen itu ia sadar bahwa ada sesuatu di sekitarnya. Robot humanoid yang tiba-tiba berada bersamanya membuat wanita itu terkejut.

Dari laporan yang ada, polisi memberitahu bahwa tidak ada kontak fisik antara wanita itu dan robot tersebut, dan dia tidak mengalami cedera apa pun dalam insiden itu. Walau begitu, wanita itu merasa tidak enak badan setelah dikejutkan oleh robot tersebut, dan meminta untuk dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan perawatan. Dan setelah dipulangkan dari perawatan, wanita tua itu tak ingin memberi pengaduan lebih lanjut setelah itu.
Orang sekitar merekam insiden itu dan banyak komentar melontarkan komentar yang awalnya sebagai candaan bahwa robot itu telah “ditangkap”. Konflik di antara wanita dan robot itu mengundang banyak pandangan, seperti mengatakan video itu dihasilkan oleh AI. Mereka yang membagi grup mendukung sisi si robot dan wanita itu. Konflik memanas ketika wanita itu berteriak kepada robot itu: “Kau membuat jantungku berdebar kencang! Kau punya banyak pekerjaan, jadi apa gunanya mengutak-atik ini? Apa kau gila?” berdasarkan laporan dari berita lokal Macau Post dan South China Morning Post.

Setelah ditelusuri oleh pihak polisi, robot humanoid model Unitree G1 (tinggi sekitar 1,3 meter) itu dioperasikan oleh operatornya yang berada di dekat lokasi kejadian, seorang pria lokal berusia 50-an. Dan diketahui bahwa ia adalah karyawan dari kegiatan promosi The Head of the Study Hard Education Centre, Mak Kin Choi, owner dari perusahaan yang mengelola robot. Menurut laporan, pusat telah menjadwalkan tiga kegiatan promosi menggunakan robot itu, termasuk yang berada di insiden ini. Hal ini sudah dilakukan akhir-akhir ini oleh pusat dan biasanya mendapat respons positif oleh umum, seperti di Reruntuhan St. Paul yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO, dan Cotai Strip.
Namun, insiden ini membuat polisi mengingatkan pria lokal berusia 50-an yang mengoperasikan robot tersebut untuk lebih berhati-hati saat mengoperasikan robot di ruang publik agar tidak membahayakan atau menakut-nakuti pejalan kaki.
Ditulis oleh : Steven Vincent Manurung





Tinggalkan Balasan