
Simalungun // Kennedynews.id
Senin (31/08/2026) – Pagi itu, informasi titik hotspot atau titik panas di Nagori Dolok Mariah, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, langsung membuat personel Polsek Dolok Silau bergerak. Bhabinkamtibmas Brigadir Rianto Perangin-angin bersama Pangulu Nagori Dolok Mariah segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan verifikasi. Ini adalah bentuk kesigapan Polri dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polsek Dolok Silau.
Meskipun dihadapkan pada kendala teknis berupa sulitnya sinyal GPS di lokasi, personel tetap bergerak cepat. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa titik api pada lahan seluas sekitar 3 rante tersebut sudah dalam keadaan padam saat personel tiba di lokasi.
Kapolsek Dolok Silau: Personel Cepat Respons Meski Terkendala Sinyal
Kapolsek Dolok Silau AKP M. Nasir Daulay, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi titik hotspot yang diterima melalui aplikasi Lancang Kuning, sebagai sistem pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kesigapan Bhabinkamtibmas dalam menindaklanjuti setiap informasi titik panas atau hotspot guna mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polsek Dolok Silau,” ujar AKP M. Nasir Daulay.
Ia menerangkan, setelah dilakukan pengecekan bersama aparat nagori di lapangan, ditemukan bahwa lahan yang terbakar merupakan lahan milik masyarakat yang sudah lama tidak dibuka, dengan perkiraan luas sekitar 3 rante. “Dari hasil pengecekan di lapangan, titik api pada lahan tersebut dalam keadaan sudah padam saat personel tiba di lokasi,” ungkap AKP M. Nasir Daulay.
Kendala Sinyal GPS Tak Kurangi Kecepatan Respons
Meski demikian, Kapolsek Dolok Silau menyampaikan bahwa personel di lapangan sempat mengalami kendala teknis berupa sulitnya sinyal GPS di lokasi kejadian, sehingga menyulitkan personel dalam melaporkan hasil pengecekan Karhutla secara langsung melalui aplikasi Lancang Kuning.
“Kondisi geografis dan minimnya sinyal di lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi personel dalam melakukan pelaporan secara real time, namun hal tersebut tidak mengurangi kecepatan personel dalam menindaklanjuti informasi yang diterima,” tutur AKP M. Nasir Daulay.
Imbauan kepada Masyarakat: Jangan Bakar Lahan!
Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi turut memberikan imbauan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, mengingat potensi bahaya kebakaran yang dapat meluas terutama pada musim kemarau.
“Personel memberikan himbauan langsung kepada masyarakat sekitar agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas,” jelas AKP M. Nasir Daulay.
Ia menambahkan, langkah preventif semacam ini menjadi bagian penting dari tugas Bhabinkamtibmas dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah kerugian yang lebih besar akibat kebakaran lahan, baik bagi masyarakat maupun ekosistem sekitar.
Komitmen Polsek Dolok Silau Cegah Karhutla
AKP M. Nasir Daulay menegaskan bahwa kesigapan personel dalam merespons setiap informasi titik hotspot merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung transformasi menuju Polri Presisi, yang mengedepankan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.
“Kami akan terus siaga dalam memantau dan menindaklanjuti setiap laporan maupun informasi terkait potensi Karhutla di wilayah hukum Polsek Dolok Silau,” tegasnya.
Sebagai penutup, Kapolsek Dolok Silau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran lahan dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.
“Polres Simalungun siap mendukung transformasi menuju Polri yang Presisi. Teruslah berbuat baik, kerja cerdas, kerja cepat, dan kerja tuntas. Polres Simalungun, saya siap, saya semangat, pelayanan terbaik, salam Presisi,” pungkas AKP M. Nasir Daulay.

Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id mengapresiasi kesigapan Polsek Dolok Silau yang cepat merespons informasi titik hotspot di Nagori Dolok Mariah. Meskipun dihadapkan pada kendala sinyal GPS, personel tetap bergerak cepat dan memastikan kondisi di lapangan.
Kami juga mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan dengan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan. Ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Kepada masyarakat, jangan membuka lahan dengan cara membakar. Api yang kecil dapat menjadi bencana besar yang merugikan banyak pihak. Mari kita jaga lingkungan bersama.
(Jp. Ndraha)





Tinggalkan Balasan