,

AMPDT Tegaskan Komitmen: AMDAL Hotel di Danau Toba Jadi Isu Prioritas

Posted by

–

Simalungun // Kennedynews.id

Sabtu (20/09/2026) – Kongres Nasional Aliansi Mahasiswa/Pemuda Peduli Danau Toba (AMPDT) yang berlangsung 18–20 September 2026 di Mess Pemprovsu Harungguan Bolon, Parapat, menghasilkan keputusan penting. Rico Nainggolan kembali dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk periode kedua. Keputusan itu diambil secara aklamasi dan dihadiri para Koordinator Wilayah serta sejumlah tokoh masyarakat kawasan Danau Toba. Amanah yang kembali diberikan ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk mengawal kelestarian lingkungan Danau Toba.

AMDAL Hotel Jadi Isu Prioritas

Kembali dipercaya memimpin AMPDT, Rico menegaskan periode keduanya akan diarahkan untuk memperkuat pengawasan masyarakat terhadap pembangunan di kawasan Danau Toba, khususnya pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata. Salah satu isu yang menjadi perhatian utama AMPDT adalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pembangunan hotel di kawasan Danau Toba.

“Saya berterima kasih atas amanah yang kembali diberikan. Pada periode baru ini, AMPDT menegaskan bahwa AMDAL pembangunan hotel di kawasan Danau Toba menjadi isu prioritas yang akan kami kawal ketat,” tegas Rico dalam keterangannya, Sabtu.

Menurutnya, pembangunan hotel dan berbagai akomodasi komersial di sekitar Danau Toba harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan lingkungan hidup. AMPDT juga menilai keterbukaan dokumen AMDAL serta pengelolaan limbah menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan. Sebab, aktivitas pembangunan maupun operasional hotel berpotensi bersinggungan langsung dengan ekosistem perairan Danau Toba dan ruang hidup masyarakat di sekitarnya.

Langkah Strategis AMPDT

Rico menyebut AMPDT telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pengawasan. Langkah tersebut di antaranya audit independen bersama, mendorong pemerintah daerah dan Kementerian Lingkungan Hidup melakukan peninjauan terhadap izin AMDAL hotel yang baru dibangun, telah beroperasi maupun masih dalam tahap perencanaan.

Selain itu, AMPDT akan mendorong pembentukan Posko Pengaduan Lingkungan sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan terkait dugaan dampak aktivitas usaha terhadap lingkungan.

“Dalam waktu dekat kita akan menyiapkan kanal laporan bagi masyarakat lokal yang terdampak langsung oleh aktivitas hotel. Kita juga akan melakukan edukasi dan advokasi, termasuk memberikan pendampingan hukum kepada komunitas adat terkait hak-hak mereka dalam menjaga ruang hidup di sekitar Danau Toba,” ujar Rico.

Dukung Pariwisata, Tapi Jangan Korbankan Lingkungan

Rico menegaskan, AMPDT tidak berada pada posisi menolak perkembangan pariwisata maupun investasi di kawasan Danau Toba. Namun, pembangunan ekonomi menurutnya harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

“Kami mendukung kemajuan ekonomi dan pariwisata Danau Toba, namun investasi tidak boleh mengorbankan masa depan lingkungan hidup dan hak-hak masyarakat, khususnya ekosistem kawasan Danau Toba,” tegasnya.

Dengan kembali terpilihnya Rico Nainggolan, AMPDT memasuki periode kedua kepemimpinannya dengan agenda yang lebih menitikberatkan pada pengawasan pembangunan, keterbukaan AMDAL, pengelolaan limbah, serta perlindungan ruang hidup masyarakat di kawasan Danau Toba.

Apresiasi Kennedynews.id

Kennedynews.id mengapresiasi terpilihnya kembali Rico Nainggolan sebagai pemimpin AMPDT untuk periode kedua. Kepemimpinan yang berkelanjutan ini menjadi modal penting dalam mengawal isu-isu lingkungan di kawasan Danau Toba, khususnya transparansi AMDAL dan pengelolaan limbah hotel. Kami mendukung langkah AMPDT yang tidak menolak investasi, tetapi menuntut pembangunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Danau Toba adalah warisan dunia yang harus dijaga bersama. Semoga AMPDT semakin kuat dalam menyuarakan kepentingan lingkungan dan masyarakat.

(J.Ndraha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *