
ASAHAN // KENNEDYNEWS.ID
Pembangunan proyek irigasi di Desa Pondok Bungur Dusun Lima (V) Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, Sumut, tengah menjadi sorotan.
Bangunan irigasi itu terlihat hancur dan dinilai amburadul, lantaran diduga dikerjakan hanya asal-asalan karena tidak sesuai spesifikasi oleh kontraktor.
Sebab, kontraktor bangunan itu bukan melihat dari kebutuhan masyarakat petani namun untuk meraup keuntungan dari kegiatan tersebut, lantaran dinilai jauh dari pengawasan oleh instansi terkait.
Pembangunan saluran irigasi tersebut diketahui merupakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A) tahun 2026, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera II Medan, dari sumber dana Rp195.000.000 (Seratus Lima Sembilan Lima Juta Rupiah) dalam jangka waktu 45 empat puluh lima hari kalender. Satuan kerja operasi dan pemeliharaan SDA Sumatera II.
Program tersebut ternyata terdapat dua titik di Desa Pondok Bungur Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan. Diantaranya adalah P3A Tani Ramos.
Sementa salah seorang Mandor bangunan irigasi yang bernama Budi tersebut mengaku saat konfirmasi melalui telepon selulernya, perihal bangunan tersebut kami akan memperbaikin yang retak-retak bangunan paret tersebut, ucapnya seorang mandor pada tanggal 5 Oktober dan kami dari Media Kennedy News ID menghubungi mandor bangunan pada tanggal 26/10/2026 Senin pukul 11:5 WIB siang.
Media Kennedy News ID menghubungi Nmr WA 08226368XX mandor bangunan tersebut tidak mau mengangkat HP-nya dan membalas WA dari seorang Media Kennedy News ID dan begitu juga kontraktor-nya/pemborong yang bernama Andre (Gondrong) tidak mau juga mengangkat HP-nya sampai 3 x sewaktu Media Kennedy News ID menghubungi Nmr WA 08126989XX pada tanggal 26/10/2026 Senin pada pukul 11:23 WIB siang sehingga berita ini naik.
Ketua kelompok Tani P3A Ramos dan anggotanya Bapak Siregar 3 minggu yang lalu sewaktu konfirmasi kepada Media Kennedy News ID sama pemborongnya aja bang jumpai tutup perkataannya.
Baik soal bahan yang digunakan untuk kepentingan bangunan tersebut mereka hanya mengikuti arahan kontraktor.
“Ini semua kita ikuti arahan pemborong, melalui soal kualitas kami tidak tahu, kami hanya pekerja ada bahan kami kerjakan,” ungkap seorang pekerja bangunan saluran irigasi tersebut yang ditemui pada tanggal 1/8/2026 Sabtu pada pukul 07:40 WIB pagi.

Sementara itu, pembangunan saluran irigasi yang terlihat hancur dan retak disana sini pengerjaannya pun dinilai amburadul pengerjaan adalah bukti tidak ada pengawasan dari intansi terkait.
Kendati bangunan itu sangat dibutuhkan masyarakat petani, akan tetapi tidak sesuai yang diharapkan dan dapat dipastikan kualitas bangunan tersebut tidak begitu bertahan lama.
“Hal ini kuat dugaan kontraktor ingin mengambil keuntungan banyak dari proyek pemerintah tersebut, bangunannya pun parah ada yang sudah hancur dan ini salah satu bukti pemborongnya sudah melakukan percobaan perbuatan korupsi pada uang negara,”
ujar seorang warga masyarakat Desa Pondok Bungur Dusun Lima (V) Kecamatan Rawang Panca Kabupaten Asahan sewaktu kami dari Media Kennedy News ID konfirmasi pada tanggal 25/10/2026 Minggu pada pukul 1:30 siang dengan seorang ibu usia 40 tahun yang tidak bisa disebut namanya.
“Dan ini langkah awal penagak hukum untuk mengusut proyek irigasi itu dan memproses kontraktor atau ketua P3A Tani Hebat. pembangunan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A) tahun 2026, karena ini juga merupakan program Presiden untuk meningkatkan tanaman pangan,” imbunya.
(WILMAR SIREGAR)




Tinggalkan Balasan