
Deli Serdang // Kennedynews.id
Kamis (29/10/2026) – Pengamanan proses hukum eksekusi lahan seluas 32 hektare milik Pengurus Besar (PB) Al Washliyah di Jalan Serbaguna, Dusun IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, diwarnai ketegangan. Kendati mendapat hambatan dari aksi penolakan warga, aparat gabungan kepolisian berhasil mengendalikan situasi dengan tetap mengedepankan langkah persuasif dan terukur.
Massa Blokade Jalan dan Bakar Ban
Berdasarkan data di lapangan, jalannya pembacaan surat keputusan eksekusi yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB sempat diwarnai aksi unjuk rasa oleh sekitar 200 massa warga setempat. Warga melakukan penolakan dengan cara memblokade jalan, membakar ban bekas, serta melakukan perlawanan berupa pelemparan batu dan botol ke arah petugas.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Aditya S.P Sembiring, S.I.K., M.Si., turun langsung memimpin pengamanan dan secara aktif memberikan imbauan humanis kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis maupun pelemparan yang dapat membahayakan keamanan bersama.
90 Personel Brimob Dikerahkan
Untuk mengantisipasi eskalasi massa dan memastikan jalannya eksekusi tetap berada dalam koridor hukum, Kompi Siaga Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara dikerahkan untuk mem-backup pengamanan Polres Pelabuhan Belawan. Sebanyak 90 personel lengkap dengan perlengkapan Penanggulangan Huru-Hara (PHH), tameng pelindung, serta kendaraan taktis diterjunkan di lokasi.
Di bawah kepemimpinan Komandan Kompi (Danki) Batalyon A Pelopor, AKP Ridwan, personel Brimob bersama jajaran kepolisian kewilayahan bersiaga ketat mengamankan perimeter objek eksekusi guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Berkat kesigapan, koordinasi taktis, dan komunikasi persuasif dari petugas di lapangan, gelombang protes warga berhasil diredam, dan seluruh rangkaian kegiatan pengamanan eksekusi lahan dapat diselesaikan secara aman dan terkendali.
Pendekatan Persuasif dan Humanis
AKP Ridwan menegaskan bahwa kehadiran personel Brimob dalam pengamanan objek sengketa senantiasa berpedoman pada SOP pengamanan unjuk rasa yang humanis, tegas, dan menjunjung tinggi keselamatan publik.
“Dalam setiap pengamanan eksekusi maupun penanganan konflik sosial di lapangan, keselamatan masyarakat dan anggota adalah prioritas utama. Kami hadir untuk memastikan proses hukum berjalan lancar sekaligus mengawal ketertiban umum. Melalui pendekatan persuasif, situasi di Jalan Serbaguna Helvetia berhasil kita kendalikan secara profesional tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan,” ujar AKP Ridwan.
Apresiasi Kennedynews.ID
Kennedynews.ID mengapresiasi sinergi Brimob Polda Sumut bersama Polres Pelabuhan Belawan dalam pengamanan eksekusi lahan seluas 32 hektare milik PB Al Washliyah di Labuhan Deli. Meski diwarnai ketegangan dengan aksi blokade jalan, pembakaran ban, dan pelemparan batu, aparat gabungan berhasil mengendalikan situasi dengan pendekatan persuasif dan humanis.
Kami juga mengapresiasi kepemimpinan AKP Ridwan yang memimpin 90 personel Brimob, serta Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P Sembiring, S.I.K., M.Si., yang turun langsung memberikan imbauan humanis kepada warga. Pesan bahwa keselamatan masyarakat dan anggota adalah prioritas utama, serta komitmen untuk memastikan proses hukum berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan, adalah pengingat berharga bahwa pengamanan bukan sekadar tindakan represif, tetapi juga upaya melindungi semua pihak. Semoga eksekusi lahan ini dapat diselesaikan secara tuntas dan adil, serta situasi di Labuhan Deli kembali kondusif. Sinergi aparat dan pendekatan humanis adalah kunci penyelesaian konflik sosial yang bermartabat.
(J.Ndraha)








Tinggalkan Balasan