
Pematangsiantar // Kennedynews.id
Kamis (04/06/2026) – Senja itu, suasana di Jalan Raya Ke Sidamanik, Simarimbun Dolok, terlihat berbeda. Sebuah mobil polisi terparkir di pinggir jalan, tidak untuk mengejar penjahat, tetapi untuk mendampingi seorang petani menjual hasil panennya ke Bulog.
Polsek Siantar Marihat Polres Pematangsiantar kembali menunjukkan sisi lain dari tugas kepolisian. Bukan sekadar menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan pendamping masyarakat. Kapolsek Siantar Marihat AKP David Eka Putra, SH, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Simarimbun BRIPK Johannes C. Siregar, SH, turun langsung melakukan pendampingan penjualan jagung milik petani binaan ke Bulog Cabang Pematangsiantar.
Lokasinya tepat di Gang Rimbun, Kelurahan Simarimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar. Waktu menunjukkan pukul 16.51 WIB saat kegiatan pendampingan itu berlangsung. Matahari mulai condong ke barat, tetapi semangat petani dan polisi yang mendampingi tidak surut.
Saut Miduk Siahaan, Petani Binaan Polsek
Dalam laporannya, Kapolsek Siantar Marihat AKP David Eka Putra, SH, mengungkapkan bahwa jagung yang dijual merupakan hasil panen dari petani binaan atas nama Bapak Saut Miduk Siahaan. Bukan jumlah yang sedikit.
“Jagung yang dijual sebanyak 1.284 Kilogram dengan kadar air 17,1 persen dan harga Rp5.500 per kilogram,” ujar Kapolsek dengan nada bangga.
Bayangkan, lebih dari satu ton jagung siap diserap Bulog. Itu hasil jerih payah petani yang didampingi Polri sejak masa tanam hingga panen.
Polri Tidak Hanya Menegakkan Hukum
AKP David Eka Putra menegaskan bahwa kegiatan pendampingan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah bentuk nyata komitmen Polri, khususnya Polres Pematangsiantar dan Polsek Siantar Marihat, dalam mendukung program pemerintah di bidang Ketahanan Pangan (Ketapang) , terutama untuk komoditas jagung.
“Kami ingin memastikan petani mendapatkan haknya secara adil dan transparan dalam proses penjualan hasil panen ke Bulog. Pendampingan ini juga bagian dari upaya meningkatkan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat dan pemerintahan,” jelasnya dengan tegas.
Bagi Kapolsek, polisi tidak bisa hanya duduk di kantor menunggu laporan. Polisi harus turun ke lapangan, merasakan apa yang dirasakan masyarakat, termasuk petani yang berjuang di tengah cuaca ekstrem beberapa waktu lalu.
Pelayanan Polri yang Menyentuh
Lebih lanjut, Kapolsek menambahkan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata pelayanan Polri kepada masyarakat. Tujuannya jelas: menciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah-tengah masyarakat.
“Kami hadir tidak hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga mendampingi petani, membantu kelancaran distribusi hasil bumi, dan memastikan tidak ada kendala yang merugikan petani,” pungkas AKP David Eka Putra.
Pernyataan ini sekaligus menjawab keraguan sebagian orang yang menganggap polisi hanya hadir saat ada kejahatan. Polsek Siantar Marihat membuktikan bahwa kehadiran Polri bisa dirasakan langsung oleh petani di ladang dan saat menjual hasil panen.

Harapan untuk Petani Siantar Marimbun
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan para petani di wilayah Kecamatan Siantar Marimbun dan sekitarnya semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Tidak ada lagi rasa khawatir harga anjlok atau hasil panen tidak terserap.
Sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional pun semakin kuat. Bukan sekadar wacana, tetapi aksi nyata di lapangan.
Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id mengapresiasi langkah Polsek Siantar Marihat yang terus hadir mendampingi petani binaan, tidak hanya saat panen tetapi juga hingga proses penjualan ke Bulog. Ini adalah contoh kepolisian modern yang humanis, responsif, dan dekat dengan rakyat.
Semoga Polsek Siantar Marihat dan seluruh jajaran Polres Pematangsiantar terus menginspirasi dengan program-program pemberdayaan masyarakat seperti ini.
(Edi.Hlw)





Tinggalkan Balasan