
Pematangsiantar // Kennedynews.id
Sabtu (30/05/2026) – Dentuman drum dan petikan gitar bergema di AULA BKD, Jalan Tuan Maja Purba, Kabupaten Simalungun, pada Sabtu sore hingga malam itu. Ribuan pasang mata tertuju pada panggung sederhana namun penuh energi. Bukan konser musisi ibukota, melainkan panggung kebanggaan anak muda Pematang Siantar.
Siantar Jamming Roots telah tiba. Festival yang digadang-gadang sebagai ruang kolaborasi terbesar bagi musisi lokal, komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga kreator handmade ini sukses mengguncang Kota Pematang Siantar.
Bukan Sekadar Hiburan, Ini Gerakan Kreatif
Tidak seperti festival pada umumnya yang hanya mengejar hiburan semata, Siantar Jamming Roots lahir sebagai gerakan kreatif yang bertujuan memperkuat ekosistem musik dan ekonomi kreatif lokal.
Para pendiri dan penggagas acara ini ingin menciptakan lebih dari sekadar panggung pertunjukan. Mereka ingin membangun ruang di mana para pelaku industri kreatif bisa saling terhubung, berkolaborasi, dan memperluas jaringan dalam suasana yang hangat dan inklusif.
“Kami ingin Siantar Jamming Roots menjadi rumah bagi semua anak kreatif di Pematang Siantar. Bukan hanya musisi, tapi juga pelaku UMKM, desainer, kreator handmade, siapa saja yang punya karya, mereka punya tempat di sini,” ujar salah satu penggagas acara yang enggan disebutkan namanya.
Lebih dari Sekadar Menonton, Pengunjung Diajak Terlibat
Rangkaian acara yang disuguhkan pun tidak main-main. Ada pertunjukan musik dari berbagai genre, sesi jamming yang melibatkan musisi lintas band, bazar kreatif yang menampilkan produk-produk lokal, hingga berbagai aktivasi komunitas yang mengajak pengunjung untuk terlibat langsung.
Pengunjung tidak hanya duduk manis menonton. Mereka diajak berinteraksi, berbelanja produk UMKM, mencoba membuat kerajinan tangan, hingga ikut bernyanyi bersama dalam sesi jamming terbuka.
“Pengalaman yang luar biasa. Saya datang hanya ingin lihat pertunjukan musik, tapi pulangnya bawa tas belanjaan UMKM dan teman baru. Ini beda dari acara lain,” ujar Maya, salah seorang pengunjung yang hadir.
Panggung Emas bagi Musisi Independen
Bagi para musisi independen, Siantar Jamming Roots menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan karya dan karakter musikal mereka kepada audiens yang lebih luas. Tidak ada syarat album atau popularitas. Yang penting punya karya dan semangat.
“Kami biasanya cuma main di kafe-kafe kecil atau acara internal. Sekarang kami bisa tampil di panggung besar, dilihat ratusan orang, bahkan dapat tawaran kolaborasi dari musisi lain. Ini mimpi yang jadi nyata,” kata Rian, vokalis salah satu band lokal yang tampil.
UMKM dan Kreator Handmade Raih Peluang Besar
Sementara itu, di area bazar, puluhan pelaku UMKM dan kreator handmade tampak sibuk melayani pembeli. Aneka produk lokal, mulai dari pakaian, aksesori, kerajinan tangan, camilan khas, hingga minuman kekinian, semuanya tersedia.
Bagi mereka, Siantar Jamming Roots bukan hanya acara musik, tetapi etalase strategis untuk memperkenalkan produk-produk lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin mencintai produk kreatif daerah.
“Saya jualan handmade tas rajutan. Biasanya cuma online, sekarang bisa bertemu langsung pembeli. Alhamdulillah, banyak yang pesan. Semoga acara seperti ini sering diadakan,” ujar Lisa, salah satu kreator handmade yang ikut bazar.

76 Yang Penting Heppi: Mitra Pendukung yang Pas
Atmosfer positif festival semakin kuat dengan dukungan 76 Yang Penting Heppi sebagai salah satu mitra pendukung kegiatan. Kolaborasi ini sejalan dengan semangat yang diusung Siantar Jamming Roots, yaitu menghadirkan ruang yang santai, akrab, penuh kebersamaan, dan membawa kebahagiaan.
Semangat “Yang Penting Heppi” mewarnai setiap sudut festival. Tidak ada formalitas berlebihan. Yang ada hanyalah tawa, obrolan santai, musik yang mengalir, dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah para pengunjung.
Peluang Besar bagi Mitra dan Sponsor
Tak hanya menguntungkan peserta dan pengunjung, Siantar Jamming Roots juga membuka peluang besar bagi berbagai mitra untuk menjalin kedekatan yang lebih autentik dengan masyarakat.
Karakter audiens yang didominasi generasi muda, aktif, dan dekat dengan budaya komunitas menjadikan festival ini sebagai ruang strategis untuk membangun interaksi, kolaborasi konten, dan pengalaman langsung yang berkesan.
“Bagi brand atau perusahaan yang ingin dekat dengan anak muda, ini tempatnya. Mereka tidak hanya melihat iklan, tapi merasakan langsung suasana dan kebersamaan yang kami bangun,” jelas panitia pelaksana.
Target ke Depan: Agenda Tahunan yang Dinanti
Dengan mengusung semangat kolaborasi, profesionalitas, dan keberlanjutan, Siantar Jamming Roots diharapkan mampu berkembang menjadi agenda kreatif tahunan yang dinanti masyarakat.
Para penggagas acara berkomitmen untuk terus mengadakan festival ini setiap tahun, dengan skala yang lebih besar, konsep yang lebih matang, dan manfaat yang lebih luas bagi ekosistem kreatif Pematang Siantar.
“Tahun depan kami targetkan lebih banyak lagi peserta, lebih banyak lagi UMKM yang ikut, dan lebih banyak lagi anak muda yang terlibat. Ini baru permulaan,” tegas penggagas acara.
Katalis Talenta Baru dan Identitas Kota Kreatif
Lebih jauh, festival ini diharapkan menjadi katalis lahirnya talenta-talenta baru, penguatan UMKM lokal, serta pengukuhan identitas Pematang Siantar sebagai kota yang kaya akan kreativitas, musik, dan semangat komunitas.
Dengan adanya ruang seperti Siantar Jamming Roots, anak muda tidak perlu lagi merantau ke kota besar untuk berkarya. Mereka bisa membangun dan mengembangkan karier kreatif di kota sendiri.
“Saya percaya Pematang Siantar bisa jadi kota kreatif. Buktinya acara seperti ini bisa sukses dan disambut antusias. Tinggal kita rawat dan kembangkan bersama,” tutup salah satu pengunjung.
Siantar Jamming Roots: Perayaan Kreativitas dan Kebanggaan Lokal
Siantar Jamming Roots bukan hanya tentang musik. Ini adalah perayaan kreativitas, kolaborasi, dan kebanggaan terhadap karya lokal yang tumbuh dari jantung Kota Pematang Siantar.
Dari panggung musik, sesi jamming, bazar kreatif, hingga aktivasi komunitas, semuanya menjadi satu dalam harmoni yang indah. Inilah Pematang Siantar. Inilah kreativitasnya. Inilah kebanggaannya.
Kennedynews.id mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan Siantar Jamming Roots 2026. Semoga acara ini terus berlanjut dan menginspirasi kota-kota lain di Sumatera Utara untuk melakukan hal serupa.
(Jhon.Ndr)




Tinggalkan Balasan