Makam Kyai Mandurorejo Kaliwungu: Ulama Penyebar Islam Pesisir Kendal yang Makamnya Jadi Tujuan Ziarah

Posted by

Di tengah riuhnya Jalan Pantura Kaliwungu, ada kompleks makam tua yang tak pernah sepi peziarah. Makam Kyai Mandurorejo, ulama penyebar Islam pertama di wilayah pesisir Kendal bagian barat, hingga kini masih jadi rujukan warga untuk tahlil, ziarah, dan tirakat.

Berdasarkan cerita sesepuh Kaliwungu, Kyai Mandurorejo merupakan ulama yang hidup sekitar abad 18 Masehi. Nama “Mandurorejo” berasal dari tugas beliau sebagai “mandor” yang membuka alas/rejo di wilayah Kaliwungu. 

Beliau bersama santrinya membabat hutan jati Kaliwungu, mendirikan pesantren, dan mengajarkan agama Islam kepada warga pesisir yang waktu itu masih banyak menganut kepercayaan lokal. Makanya wilayah Kaliwungu Barat sekarang jadi sentra pesantren + agamis.

Ciri Khas Makam:

1.Kain Hijau-Merah Seperti terlihat di foto, nisan makam ditutup kain mori warna hijau list merah. Warna hijau simbol ulama, merah simbol syuhada/karomah.

2.Bangunan Joglo Terbuka: Makam tidak dikubur cor, tapi joglo kayu dengan pagar besi hijau. Ini arsitektur makam wali/priayi Jawa kuno.

3.Kotak Amal Depan Nisan: Bukti makam ini aktif diziarahi. Uang kotak biasanya go perawatan makam + santunan anak yatim Kaliwungu.

4.Kitab & Kemoceng: Ada kitab + kemoceng di atas makam. Artinya rutin dibacake Yasin-Tahlil + dibersihkan warga.

Warga Kaliwungu percaya Kyai Mandurorejo punya karomah “nolak bala” dari laut. Dulu Kaliwungu sering rob/banjir, warga tirakat neng makam beliau, akhire aman. Makane nelayan Kaliwungu sebelum melaut pasti ziarah ndisik.

Ajaran beliau singkat: “Urip rukun, golek rezeki halal, ojo lali sholat” Simpel tapi diamalkan warga sampe sekarang.

Kompleks makam Kyai Mandurorejo terletak di Desa Mandurorejo, Kec. Kaliwungu, Kab. Kendal. Lokasi strategis, 500m dari Pasar Kaliwungu. Tiap malam Jumat Kliwon + bulan Suro makam e rame banget. Peziarah dari Semarang, Demak, Batang teko kabeh.

Sayang, sejarah tertulis beliau minim. Hanya tersimpan sebagai cerita lisan. Padahal jasa beliau besar: dari alas angker jadi Kaliwungu yang sekarang jadi kota santri + industri.

“Ziarah ke leluhur bukan musyrik, tapi bentuk bakti + nguri-uri sejarah”, ujar salah satu peziarah. 

Team http://Kennedynews.id mengajak generasi muda Kendal untuk mengenal Kyai Mandurorejo. Jangan sampai pahlawan agama di daerah sendiri dilupakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *