
WONOBODRO, BLADO, BATANG, //kennedynews.id
Sabtu, 27 Juni 2026, Suasana Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang mendadak ramai. Ribuan peziarah dari seluruh penjuru Jawa memadati kawasan makam Syaikh Maulana Maghribi dalam rangka “Haul Akbar Auliya’ Wonobodro Tahun 1448 H / 2026 M”
Team Densus99 Petamandala hadir langsung menelusuri sejarah sang wali yang namanya diabadikan jadi ikon spiritual Blado.
Syaikh Maulana Maghribi adalah salah satu wali penyebar Islam di Tanah Jawa. Gelar “Maghribi” diyakini karena beliau berasal dari wilayah Barat, ada yang menyebut dari Maroko/Maghrib.
Beliau memilih bertapa dan berdakwah di lereng Gunung Prau, wilayah yang kini disebut Desa Wonobodro. “Wonobodro” sendiri berarti “Wono” = Hutan, “Bodro” = Suci/Bersih. Tempat yang dipilih beliau memang dikenal sejuk, sunyi, dan cocok go tafakur.

Beliau dikenal sebagai ulama yang sakti, tawadhu, dan berhasil mengislamkan banyak warga pegunungan Blado pada masa itu. Hingga kini, makam beliau jadi pusat ziarah paling ramai di Batang bagian selatan.
Lokasi makam berada satu komplek dengan Masjid An-Nur Desa Wonobodro Ciri khas yang paling dicari peziarah adalah Sendang/Kolam Pemandian di depan masjid. Airnya diyakini warga membawa barokah go tolak bala dan penyembuhan. Terlihat jelas neng foto, warga antri go bersuci di kolam tersebut.
Panitia Haul Akbar Auliya’ Wonobodro menggelar rangkaian acara selama 2 hari.Sabtu Malam Ahad 27 Juni 2026 18.00 WIB Qiro’atul Qur’an, Rotibul Hadad, Maulid Nabi SAW Masjid An Nur
Ahad Legi 28 Juni 2026 05.30 WIB Pembacaan Maulid Nabi SAW Rumah Bpk. Sujono Alm
Ahad Legi 28 Juni 2026 09.00 WIB Yasin, Dalailul Khoirot, Tahlil, Sambutan Desa Wonobodro
Dampaknya langsung terasa. Gapura “Selamat Datang di Wonobodro” penuh pedagang. Ekonomi warga meledak karena lapak kerupuk, makanan, dan oleh-oleh khas Blado laris manis.
“Beliau Syaikh Maulana Maghribi mengajarkan 3 hal: Sabar neng gunung, Ikhlas go ngibadah, dan Istiqomah nyebarke agama tanpa pamrih,” ujar salah satu sesepuh setempat.
Hingga kini, ziarah ke Wonobodro jadi tradisi turun-temurun. Bukan go meminta, tapi go nguri-nguri perjuangan para auliya’ dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Team Densus99 Petamandala mengapresiasi Pemdes Wonobodro dan Panitia Haul yang menjaga kelestarian situs sejarah Islam di Batang. Semoga barokah Syaikh Maulana Maghribi terus mengalir go masyarakat.
Reporter : Suparto Singolodro








Tinggalkan Balasan