
Kennedynews.id| Pematangsiantar – Pemandangan memprihatinkan sekaligus mengkhawatirkan terlihat di kawasan Tj. Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar.
Puluhan rumah warga di lokasi tersebut masih menggunakan tiang listrik berbahan kayu yang sudah lapuk dan tak layak fungsi. Akibatnya, kabel-kabel listrik terlihat menjuntai tidak beraturan, semrawut, dan membahayakan keselamatan warga sekitar.
Berdasarkan pantauan Kennedynews.id di lokasi, tepatnya di titik koordinat 2.987760 Lintang Utara dan 99.063676 Bujur Timur, kondisi tiang listrik kayu tersebut sangat memprihatinkan. Beberapa tiang tampak miring, lapuk dimakan usia, bahkan ditumbuhi lumut.
Bagian pangkal tiang mulai keropos sehingga rawan tumbang jika diterpa angin kencang.
Karena tiang kayu yang ada tidak mampu menopang instalasi dengan baik, kabel-kabel listrik terlihat menggantung rendah dan melintang tidak beraturan.
Bahkan di beberapa titik, kabel tersebut berada tak jauh dari permukaan jalan yang kerap dilintasi warga, termasuk anak-anak yang bermain di lingkungan tersebut.
Kondisi ini tentu memicu kekhawatiran mendalam warga setempat.
Selain mengganggu pemandangan, kabel listrik yang tidak tertata rapi berpotensi menimbulkan bahaya fatal, seperti konsleting listrik, kebakaran, hingga risiko tersengat aliran listrik bagi warga yang tidak sengaja menyentuhnya.
“Kami sangat khawatir, apalagi kalau hujan turun. Kabel-kabel ini kan banyak yang terbuka dan menggantung rendah. Anak-anak kami sering lewat sini, takut kalau tiba-tiba ada yang tersengat.
“Pemerintah harus segera turun tangan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga lainnya menambahkan bahwa tiang kayu tersebut juga rawan tersambar petir dan tidak memiliki daya tahan seperti tiang beton.
Mereka mempertanyakan kapan pemerintah akan memperhatikan infrastruktur kelistrikan di lingkungan mereka.
“Kami lihat di daerah lain sudah pakai tiang beton yang bagus. Di sini masih kayu yang sudah lapuk. Akibatnya kabel jadi berantakan, menggantung di mana-mana. Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru ada tindakan,” ungkapnya dengan nada kesal.
Yang lebih mengkhawatirkan, kabel-kabel tersebut juga melintas di dekat pemukiman padat penduduk.
Jika dibiarkan terus-menerus, dikhawatirkan tiang-tiang kayu yang rapuh ini tidak mampu lagi menopang beban kabel dan transformator yang terpasang di atasnya, sehingga berisiko roboh dan menimpa rumah warga.
“Saya sudah bertahun-tahun tinggal di sini dan tiang ini sudah seperti itu dari dulu. Setiap kali angin kencang, kami was-was takut tumbang. Apalagi di dekat rumah warga banyak anak-anak bermain. Kami minta pemerintah segera ganti dengan tiang beton yang lebih kuat,” tambah warga lainnya.
Kennedynews.id mendesak pihak terkait, dalam hal ini PLN beserta Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait lainnya, untuk segera turun tangan melakukan survei dan pemasangan tiang listrik permanen di kawasan Tj. Pinggir, Siantar Martoba.
Peremajaan infrastruktur kelistrikan dengan mengganti tiang kayu menjadi tiang beton dinilai sangat mendesak.
Selain untuk menata kabel-kabel yang saat ini semrawut, langkah ini juga demi menjamin keselamatan dan kenyamanan warga dalam menikmati aliran listrik.
“Masyarakat hanya ingin rasa aman. Biarkan kami menikmati listrik dengan tiang yang layak dan kabel yang tertata rapi, bukan dengan tiang kayu rapuh yang kabelnya berantakan seperti ini. Kami mohon pemerintah segera bertindak,” tutup warga tersebut dengan harap-harap cemas.
Kennedynews.id akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindakan nyata dari pihak berwenang demi keselamatan warga Tj. Pinggir, Siantar Martoba. (Edi Hlw)





Tinggalkan Balasan