
Simalungun // Kennedynews.id
Rabu (22/07/2026) – Senja itu, hujan deras mengguyur Kecamatan Hatonduhan. Air Sungai Kapasuk yang biasanya tenang berubah menjadi deras, meninggi, dan berbahaya. Di tengah kondisi cuaca buruk itu, seorang pemuda bernama Suwanda (19) nekat pergi memancing. Hingga kini, ia belum kembali ke rumah.
Pagi harinya, Selasa (21/07/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, laporan pun masuk ke Polsek Tanah Jawa. Seorang warga dilaporkan diduga hanyut di sungai yang berada di Huta III Buntu Bayu, Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan. Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Banuara Manurung, S.H., langsung bergerak cepat tanpa membuang waktu.
Kapolsek Banuara Manurung: Langsung Pimpin Pencarian
Setelah menerima informasi, Kapolsek langsung memimpin koordinasi dan mengerahkan personel menuju lokasi kejadian. Bukan hanya polisi, ia juga menggandeng unsur terkait.
Di lokasi, personel Polsek Tanah Jawa berkoordinasi dengan pemerintah setempat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat desa, serta masyarakat setempat. Semua bergerak bahu-membahu melakukan upaya pencarian secara maksimal. Suasana haru dan waswas menyelimuti lokasi kejadian.
Kesaksian Purnomo: “Saya Larang Tapi Dia Tetap Berangkat”
Di lokasi, petugas memperoleh keterangan dari saksi bernama Purnomo. Ia mengungkapkan bahwa Suwanda adalah warga Huta IV Jampalan, Nagori Buntu Bayu.
Dengan suara bergetar, Purnomo menceritakan kejadian pada Senin (20/07/2026) pukul 18.00 WIB. Saat itu, Suwanda pamit padanya untuk pergi memancing di lokasi kejadian.
“Saya sempat melarangnya karena cuaca sudah mulai buruk. Tapi Suwanda tetap berangkat. Ia membawa peralatan pancing dan mengendarai sepeda motor Supra X 125 warna merah,” jelas Purnomo.
Sejak saat itu, Suwanda tak pernah kembali ke rumah. Hening. Sunyi. Tinggal penantian yang mencekam.
Barang Bukti: Sandal Kiri dan Umpan Pancing Tergantung
Tim pencarian yang tiba di lokasi langsung menyisir area sekitar sungai. Mereka menemukan sejumlah petunjuk yang memprihatinkan.
Sebuah sandal sebelah kiri milik korban ditemukan tergeletak di atas batu. Tak jauh dari sana, umpan pancing tampak tersangkut dan tergantung di semak-semak, berjarak sekitar 7 meter dari tempat korban diduga memancing.
Yang lebih mengkhawatirkan, lokasi tempat duduk memancing dengan lokasi pemancingan berjarak sekitar 50 meter ke bawah, dengan aliran sungai menyerupai air terjun dan tebing yang terjal.
Kapolsek: Pencarian Terkendala Tebing Curam dan Terjal
Kapolsek Tanah Jawa yang didampingi Kanit Reskrim Iptu Fritsel Sitohang menyampaikan bahwa Polri akan terus hadir memberikan pelayanan dan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat.
“Seluruh upaya pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat yang terlibat,” ujarnya.
Namun, pencarian hingga saat ini belum berhasil menemukan korban. Kondisi tempat kejadian yang curam dan terjal menjadi kendala utama.
“Rencananya kami akan tetap melakukan pencarian dan monitoring, terus berkoordinasi dengan Forkopimcam, perangkat desa, BPBD, dan menghubungi BASARNAS,” pungkas Kapolsek.
Warga Diimbau Tak Menyebarkan Informasi Hoaks
Di tengah upaya pencarian, petugas juga mengimbau warga agar tetap berhati-hati dan tidak mendekati area yang berpotensi membahayakan.
“Jangan menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” tegas Kapolsek.
Polsek Tanah Jawa juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan korban atau menemukan petunjuk yang dapat mendukung proses pencarian, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
Cuaca Buruk Picu Banjir dan Arus Deras
Petugas juga memperoleh informasi dari warga bahwa pada hari Senin (20/07/2026) mulai pukul 16.30 WIB, kondisi cuaca hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Akibatnya, debit air sungai meningkat drastis hingga menyebabkan banjir dan arus yang sangat deras.
Turut Hadir di Lokasi Pencarian
Dalam upaya pencarian yang penuh haru ini, turut hadir sejumlah unsur penting, di antaranya Camat Hatonduhan yang diwakili Jaontar Saragih, Pangulu Buntu Bayu Palan Manurung, S.H., Danramil 10/Tanah Jawa yang diwakili Serka Joni P. Hasibuan, serta Gamot Nagori Buntu Bayu dan warga Hatonduhan, khususnya warga Nagori Buntu Bayu.
Mereka bersama-sama menyisir tebing, mengarungi dinginnya air sungai, dan tak henti berharap.
Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id mengapresiasi respons cepat Kapolsek Tanah Jawa dan jajarannya yang langsung turun ke lapangan tanpa menunggu waktu. Di saat masyarakat diliputi kekhawatiran, kehadiran aparat kepolisian bersama unsur terkait memberikan secercah harapan.
Kami juga turut prihatin atas musibah yang menimpa Suwanda, pemuda 19 tahun yang hanya ingin memancing namun harus berhadapan dengan derasnya arus Sungai Kapasuk. Semoga upaya pencarian yang dilakukan secara maksimal ini segera membuahkan hasil, dan keluarga korban diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
Kepada seluruh warga, kami mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama ketika cuaca buruk dan hujan deras mengguyur. Keselamatan jiwa jauh lebih berharga daripada sekadar hobi atau aktivitas sesaat.
(Jhon.Ndr)







Tinggalkan Balasan