KENNEDY NEWS, Lubuk Pakam – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dinilai menjadi salah satu ujung tombak Pemerintah Daerah Kabupaten Deli Serdang dalam mendeteksi secara dini berbagai potensi permasalahan yang dapat menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, saat memberikan arahan pada Pertemuan Refleksi dan Evaluasi Kinerja Kepengurusan FKDM Kabupaten dan Kecamatan se-Deli Serdang di Aula Cendana, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS.
“FKDM bukan wartawan yang melaporkan setelah kejadian, tetapi FKDM harus bekerja sebelum kejadian. Setiap gejala di masyarakat, sekecil apa pun, itu harus dilaporkan,” tegas Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyayangkan masih minimnya laporan yang masuk dari FKDM selama ini, padahal terdapat sekitar 110 anggota FKDM yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Deli Serdang. Oleh karena itu, ia menargetkan setiap anggota FKDM mampu menyampaikan minimal satu laporan setiap hari terkait kondisi sosial, ekonomi, politik, keamanan, maupun lingkungan di wilayah masing-masing.
Menurut Bupati, laporan yang disampaikan bisa berupa gejolak harga kebutuhan pokok, dampak bencana banjir, kerusakan lahan pertanian, ketidaktaatan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, hingga potensi penyalahgunaan narkoba dan gangguan ketertiban lainnya.
“Kalau laporan seperti itu, satu hari 1.000 laporan pun bisa ada. Ini yang disebut FKDM aktif, bukan sekadar menerima honor,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa ke depan kinerja FKDM akan dievaluasi secara berkala. Apabila dalam tiga bulan tidak ada laporan yang disampaikan, maka pengurus FKDM yang bersangkutan akan diganti.
“Kalau tidak mampu beradaptasi di tengah masyarakat dan tidak mampu mengelola informasi, maka tidak layak menjadi FKDM. FKDM harus diterima dan hadir di tengah masyarakat sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah,” kata Bupati.
Ia menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial bagi seluruh unsur yang menerima anggaran negara, termasuk FKDM. Setiap rupiah yang diterima harus dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata di lapangan.
Bupati berharap pertemuan refleksi dan evaluasi tersebut menjadi momentum perubahan agar FKDM benar-benar berperan aktif dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan ketenteraman masyarakat, serta mendukung keberhasilan program pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten Deli Serdang.
“Kehadiran FKDM harus menjadi penyejuk di tengah masyarakat, bukan sebaliknya. Jadilah mata dan telinga pemerintah daerah yang bekerja untuk kepentingan masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Deli Serdang, Drs Zainal Abidin Hutagalung, dalam laporannya menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pengurus FKDM dalam menjaring, menampung, mengoordinasikan, serta mengomunikasikan data dan informasi dari masyarakat kepada pemerintah daerah terkait potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG), ketenteraman, ketertiban, keamanan, serta potensi bencana alam dan bencana lainnya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan terwujud sinergitas dan peningkatan kemampuan FKDM dalam mendeteksi serta menghadapi permasalahan yang berpotensi timbul di tengah masyarakat, sehingga tercipta suasana yang kondusif dan terkendali di Kabupaten Deli Serdang.
(BD)








Tinggalkan Balasan