Gemuruh Talenta Muda di Stadion H Agus Salim: Festival Sepakbola Andre Rosiade Cup I Sukses Digelar

Posted by

PADANG – Stadion H Agus Salim menjadi saksi lahirnya bintang-bintang masa depan sepak bola Sumatera Barat. Setelah bergulir selama tiga hari penuh dengan drama dan sportivitas (30 Januari – 1 Februari 2026), Festival Sepakbola Andre Rosiade Cup I resmi ditutup pada Minggu sore dengan suasana yang meriah.

183 TIM SSB BERTAREKAN DI KU 10 DAN KU 12

‎Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi biasa. Sebanyak 183 Sekolah Sepakbola (SSB) dari berbagai pelosok Sumatera Barat memadati lapangan untuk memperebutkan tahta juara, dengan kategori Kelompok Usia (KU) 10 dan KU 12.

‎Menariknya, turnamen ini juga menjadi panggung bagi munculnya “kuda hitam” baru, yakni PSBM (Persatuan Sepak Bola Bintang Muda). Di bawah bimbingan Manajer Nursal (Guru PJOK SDN 05 Air Tawar Barat) dan strategi Pelatih Badri, tim pendatang baru ini berhasil menunjukkan kemampuan dan semangat juang yang luar biasa di tengah kompetisi dari tim-tim yang sudah mapan.

‎”KAMI MELIHAT SEMANGAT SPORTIVITAS YANG LUAR BIASA”

‎Ketua Panitia Pelaksana, Renol Fadhli, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme peserta yang sangat tinggi. Pertandingan tidak hanya berlangsung di Stadion H Agus Salim, tetapi juga tersebar di beberapa stadion penyangga lainnya untuk mengakomodasi jadwal yang padat.

‎”Kami telah melihat teknik-teknik hebat, gol-gol indah, dan yang terpenting adalah semangat sportivitas dari anak-anak kita. Turnamen ini resmi melahirkan para juara, peraih penghargaan individu, serta tim-tim yang menjunjung tinggi nilai fair play,” ujar Renol usai upacara penutupan.

Ringkasan Turnamen

‎- Durasi: 3 Hari (30 Jan – 1 Feb 2026)
‎- Peserta: 183 Tim SSB se-Sumatera Barat
‎- Kategori: Kelompok Usia (KU) 10 & KU 12
‎- Highlight: Kehadiran tim debutan PSBM yang memberikan warna baru dalam kompetisi

Membangun Masa Depan Sepak Bola Sumbar

‎Penutupan Andre Rosiade Cup I ini bukanlah akhir, melainkan awal dari pembinaan usia dini yang lebih serius. Dengan kompetisi yang kompetitif dan terstruktur, diharapkan bibit-bibit unggul dari Ranah Minang dapat terus terasah kemampuannya hingga mampu menembus level nasional bahkan internasional.

‎(Nursal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *