Obrolan pagi, Materi : Bagai mana pandangan sosial kalau yang kita calonkan/dukung tetapi disaat menang dia lupa akan kebaikan yang mengusungnya

Posted by

Ok akan saya bahas sedikit.Fenomena ini sering disebut sebagai “Kacang Lupa Kulitnya” dalam konteks politik atau paguyuban ,organisasi. Secara sosial, pandangan terhadap sosok seperti ini biasanya cukup tajam dan membawa dampak jangka panjang bagi reputasi orang tersebut.

Berikut adalah beberapa sudut pandang sosial mengenai situasi tersebut:1. Krisis Integritas dan KepercayaanSecara sosial, seseorang yang melupakan pendukungnya dianggap memiliki masalah integritas. Dukungan sosial bukan sekadar transaksi, melainkan kontrak moral. Ketika seseorang menang lalu menghilang/lupa, masyarakat akan melihatnya sebagai pribadi yang oportunis—hanya memanfaatkan orang lain sebagai “batu pijakan” untuk mencapai kekuasaan.

2. Label “Politik Balas Budi” vs. “Amanah”Ada dikotomi yang menarik di sini:Harapan Pendukung: Biasanya mengharapkan akses, perhatian, atau kebijakan yang berpihak pada mereka sebagai bentuk terima kasih.Tanggung Jawab Pemimpin: Setelah menang, ia seharusnya menjadi milik semua orang, bukan hanya kelompoknya.Masalahnya: Jika ia lupa total bahkan pada janji-janji dasar atau sekadar menjaga komunikasi, ia dicap kufur nikmat atau tidak tahu berterima kasih.

3. Dampak pada Modal Sosial (Social Capital)Dukungan itu mahal. Seseorang yang memutus hubungan dengan pendukungnya sebenarnya sedang menghancurkan “modal sosialnya” sendiri.Sulit Mendapat Dukungan Lagi: Di masa depan, orang akan berpikir dua kali untuk membantunya.Efek Domino: Para pendukung yang kecewa biasanya akan menjadi pengkritik paling keras karena mereka merasa tahu “belakang layar” sosok tersebut.

4. Sanksi Sosial: Pengucilan dan SinismeMasyarakat,paguyuban organisasi cenderung memberikan sanksi non-formal berupa:- Ghibah Sosial: Reputasi buruknya akan menyebar dari mulut ke mulut.- Sinisme: Setiap pencapaiannya di masa depan akan dipandang sinis karena dianggap hasil dari pengkhianatan terhadap orang-orang lama.- Catatan Kritis:

Kadang, seorang pemimpin “terlihat” lupa karena ia sedang beradaptasi dengan beban kerja yang sangat besar atau aturan birokrasi yang kaku. Namun, menjaga komunikasi sederhana tetap menjadi kunci agar tidak terjadi salah paham.

Langkah selanjutnya:Penulis akan membahas dalam materi berikutnya…… ” Strategi komunikasi atau surat terbuka yang santun untuk mengingatkan sosok tersebut akan komitmennya tanpa terkesan menyerang? “Penulis #KONSULTAN HUKUM YD.SH#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *