
Simalungun // Kennedynews.id
Selasa (18/08/2026) – Pagi itu, suasana di Dusun Payalulu, Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba, terasa sunyi. Sebuah gubuk ladang di tengah kebun tampak tertutup rapat. Kecurigaan warga mulai muncul setelah Jusup Martua Sipakkar (55), seorang petani, tak terlihat selama beberapa hari. Ponselnya tidak aktif, dan ia tak kunjung kembali ke rumah.
Kekhawatiran itu akhirnya terjawab dengan penemuan yang memilukan. Jusup ditemukan telah meninggal dunia di dalam gubuk ladangnya. Namun, di tengah duka, respons cepat Polsek Purba dan Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun menjadi secercah harapan bagi keluarga untuk mendapatkan kejelasan.
Kapolsek Purba: Laporan 110 Langsung Ditindaklanjuti
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (18/08/2026) sekira pukul 22.54 WIB, menjelaskan bahwa penanganan cepat ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, termasuk dalam merespons layanan Call Center 110 Polda Sumut.
“Laporan ini kami terima dari Sekretaris Desa Nagori Purba Dolok, Bapak Rap Sondang Purba, pada Selasa, 18 Agustus 2026 sekira pukul 09.45 WIB, terkait dugaan adanya temuan mayat atas nama Jusup Martua Sipakkar, 55 tahun, di Dusun Payalulu, Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun,” ujar AKP Verry Purba.
Ia mengungkapkan, begitu menerima informasi dari Call Center 110, personel Polsek Purba langsung merespons cepat dan bergerak menuju lokasi kejadian. Kapolsek Purba IPTU B. Silalahi bersama anggota piket segera menuju TKP dan setelah tiba di lokasi, benar ditemukan seorang laki-laki dalam kondisi telah meninggal dunia.
Tim Inafis dan Puskesmas Turun ke Lokasi
Kasi Humas menuturkan, personel Polsek Purba kemudian menghubungi Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun serta pihak kesehatan dari Puskesmas Tigarunggu untuk melakukan pemeriksaan di lokasi. Setelah Tim Inafis tiba di TKP, dilakukan pengecekan secara menyeluruh, dilanjutkan pemeriksaan oleh tim kesehatan, serta pendataan terhadap sejumlah saksi yang mengetahui kejadian.
Kronologi: Kecurigaan Warga hingga Penemuan Jenazah
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui terakhir dihubungi pada Minggu (16/08/2026) oleh pemilik ladang jeruk, Nerliana boru Haloho, namun ponsel korban tidak aktif. Kecurigaan itu membuat saksi Sarmulia Sitio diminta untuk mengecek kondisi korban ke gubuk ladang pada Selasa pagi.
“Saksi Sarmulia Sitio menemukan pintu gubuk terkunci dari dalam. Setelah berhasil membuka pintu dengan mengait engsel dari luar, ia mendapati korban dalam kondisi tersandar ke dinding dan diduga telah meninggal dunia,” kata AKP Verry Purba.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan berjenjang mulai dari perangkat Nagori Purba Dolok hingga akhirnya diteruskan ke Call Center 110.
Hasil Pemeriksaan: Tidak Ada Tanda Kekerasan
Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Inafis di TKP, tidak ditemukan bekas pergumulan maupun tanda-tanda kekerasan. Lokasi kejadian juga masih dalam kondisi utuh, hanya terdapat barang-barang seperti obat-obatan tanaman dan peralatan berkebun.
Dari keterangan warga sekitar, korban selama ini dikenal tidak memiliki masalah dengan siapa pun dan diketahui kerap mengeluhkan sakit perut, bahkan pernah dibawa berobat oleh keluarganya. Pemeriksaan luar oleh petugas medis Puskesmas Tigarunggu juga menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Keluarga Tolak Autopsi
Pihak keluarga korban menyatakan bahwa kematian tersebut murni disebabkan sakit yang diderita korban, dan keluarga meminta agar tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Permintaan ini telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi dari keluarga.
Jenazah korban selanjutnya dibawa pulang oleh pihak keluarga ke Desa Garingging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, untuk dimakamkan.
Personel yang Dilibatkan
Kasi Humas menerangkan, personel yang dilibatkan dalam penanganan di TKP antara lain Kapolsek Purba IPTU B. Silalahi, Kanit Reskrim IPDA L. Silalahi, S.H., M.H., Kanit Intel AIPTU H. Sinaga, dan Bhabinkamtibmas AIPDA A. Sinaga.
“Sebagai tindak lanjut, kami akan terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta melaporkan perkembangan penanganan kasus ini kepada pimpinan,” tutup AKP Verry Purba.
Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id mengapresiasi respons cepat dan profesional Polsek Purba bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun dalam menangani laporan penemuan mayat di Nagori Purba Dolok. Kehadiran personel di lokasi, koordinasi dengan tim kesehatan, dan pemeriksaan saksi-saksi menunjukkan bahwa Polri hadir dengan sigap dalam setiap situasi yang membutuhkan.
Kami juga mengapresiasi keputusan keluarga korban yang memilih untuk tidak melakukan autopsi dan menerima bahwa kematian disebabkan oleh sakit yang diderita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
Kepada masyarakat, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang tinggal sendiri atau memiliki kondisi kesehatan yang rentan. Jangan ragu untuk melapor jika melihat hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar.
(Jp. Ndraha)




Tinggalkan Balasan