,

Polsek Siantar Utara Respon Cepat, Kasus Pencurian Ikan di Pajak Dwikora Selesai Kekeluargaan

Posted by

Pematangsiantar // Kennedynews.id

Selasa (18/08/2026) – Sore itu, suasana di Mako Polsek Siantar Utara terasa berbeda. Empat orang korban dan satu orang pelaku duduk bersama di ruang mediasi. Bukan dengan wajah tegang, tetapi dengan ekspresi lega setelah mereka sepakat untuk berdamai.

Polsek Siantar Utara Polres Pematangsiantar melalui piket Pawas bersama Ka. SPKT dan Bhabinkamtibmas berhasil menyelesaikan dugaan pencurian ikan dengan pendekatan mediasi pada Selasa sore, 18 Agustus 2026, sekira pukul 17.30 WIB.

Kronologi Kejadian

Kapolsek Siantar Utara, IPTU Nana Sandra, SH, mengatakan bahwa dugaan pencurian ikan nila tersebut terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 04.00 WIB, di dalam Pajak Dwikora, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara.

Kejadian bermula ketika pihak II, RRA (22 tahun), warga Kelurahan Sukadame, mengambil ikan nila milik pihak I, MSB (39 tahun), warga Kelurahan Setia Negara, di dalam Pajak Dwikora.

Pengakuan Pelaku

Selanjutnya, pihak I dan rekan-rekannya menanyakan tentang kejadian tersebut. Pihak II mengakui perbuatannya dan juga mengakui telah melakukan pencurian ikan nila milik FND, S, dan WP.

Tidak terima dengan kejadian itu, pihak I melaporkan kejadian ke Polsek Siantar Utara.

Mediasi dan Perdamaian

Piket Pawas bersama Ka. SPKT dan Bhabinkamtibmas langsung menindaklanjuti laporan dengan melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak di Mako Polsek Siantar Utara.

Hasil mediasi, pihak I dan tiga korban lainnya sepakat berdamai secara kekeluargaan dengan pihak II serta membuat surat perdamaian bermaterai.

“Dugaan pencurian ikan itu sudah diselesaikan dengan mediasi karena kedua belah pihak sudah membuat surat pernyataan perdamaian bermaterai,” kata Kapolsek.

Apresiasi Kennedynews.id

Kennedynews.id mengapresiasi langkah Polsek Siantar Utara yang memilih pendekatan mediasi dan perdamaian dalam menangani dugaan pencurian ikan di Pajak Dwikora.

Pendekatan kekeluargaan ini menjadi solusi terbaik agar tidak ada pihak yang dirugikan secara berlebihan dan hubungan antar warga tetap terjaga. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan tidak mudah terprovokasi.

(Edi.Hlw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *