,

Parit Tersumbat di Depan SMP Negeri 2, Bhabinkamtibmas dan Warga Gotong Royong Cegah Banjir

Posted by

Pematangsiantar // Kennedynews.id

Jumat (28/08/2026) – Pagi itu, Jalan Rajamin Purba di Kelurahan Bukit Sofa terlihat ramai. Puluhan warga tampak bergerak bersama dengan cangkul dan sapu di tangan. Mereka tidak sedang mengadakan pesta atau hajatan, melainkan bergotong royong membersihkan parit yang tersumbat di depan SMP Negeri 2.

Di tengah keramaian itu, seorang polisi berseragam lengkap terlihat turun langsung ke selokan. Tanpa canggung, ia ikut mengangkat lumpur dan sampah yang menyumbat aliran air. Dialah BRIPKA Sunandar, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bah Kapul Polsek Siantar Martoba. Kehadirannya pagi itu membuktikan bahwa Polri siap turun tangan membantu masyarakat, bukan hanya dalam urusan keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang meringankan beban warga.

Parit Tersumbat, Ancaman Banjir di Jalan Rajamin Purba

Gotong royong yang digelar Jumat pagi (28/08/2026) sekitar pukul 09.00 WIB ini tidak tanpa alasan. Parit di depan SMP Negeri 2 itu sudah lama tersumbat oleh lumpur dan sampah. Setiap kali hujan turun, air tidak bisa mengalir dengan lancar sehingga meluap dan menggenangi Jalan Rajamin Purba.

Banjir yang kerap terjadi ini tentu meresahkan warga dan para pengguna jalan. Untuk itulah, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kelurahan Bukit Sofa menginisiasi kegiatan gotong royong. BRIPKA Sunandar pun dengan sigap turut serta dalam aksi bersih-bersih tersebut.

Kapolsek Siantar Martoba, IPTU Edy J.J. Manalu, S.H., M.H., menjelaskan bahwa gotong royong ini dilakukan bersama Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kelurahan, serta warga setempat.

“Gotong royong ini untuk membantu warga dalam membersihkan parit yang berada di depan SMP Negeri 2. Parit tersebut tersumbat sehingga apabila turun hujan air meluap dan mengakibatkan banjir di Jalan Rajamin Purba,” ujar Kapolsek.

Warga Antusias, Polri Turun ke Selokan

Suasana gotong royong berlangsung penuh semangat dan kekeluargaan. Warga bahu-membahu mengangkat lumpur dari dasar parit. Tak sedikit yang basah kuyup terkena percikan air dan lumpur, tetapi mereka tetap bersemangat. Tawa dan canda terdengar di sela-sela kerja bakti, menandakan kebersamaan yang begitu erat.

BRIPKA Sunandar tampak tidak canggung bekerja bersama warga. Dengan sigap ia mengangkat tumpukan sampah dan lumpur yang menyumbat aliran air. Warga pun terlihat antusias dan merasa terbantu dengan kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah-tengah mereka.

“Saya senang bisa ikut bergotong royong bersama warga. Ini adalah bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti ini,” ujar BRIPKA Sunandar saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Sinergi Polri, Pemerintah, dan Warga

Gotong royong ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dapat menghasilkan hal yang positif. Dengan kerja sama yang baik, masalah seperti parit tersumbat yang menyebabkan banjir dapat diatasi secara bersama-sama.

Kapolsek Siantar Martoba melalui keterangannya juga menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong tersebut berjalan lancar dan situasi aman terkendali. Tidak ada kendala berarti selama proses pembersihan parit berlangsung.

Warga pun berharap dengan dibersihkannya parit tersebut, banjir di Jalan Rajamin Purba tidak lagi terjadi. Apalagi kawasan itu berada di dekat sekolah, sehingga genangan air sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar dan lalu lintas.

Apresiasi Kennedynews.id

Kennedynews.id mengapresiasi langkah Polsek Siantar Martoba melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Bah Kapul BRIPKA Sunandar yang turun langsung dalam kegiatan gotong royong bersama warga. Di tengah kesibukan tugas kepolisian yang kerap identik dengan penegakan hukum, kehadiran seperti ini menjadi napas segar yang mengingatkan bahwa Polri juga punya sisi humanis yang dekat dengan rakyat.

Kennedynews.id juga mengapresiasi Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kelurahan Bukit Sofa, dan seluruh warga yang bahu-membahu membersihkan parit tersumbat. Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Karena pada akhirnya, mencegah banjir adalah tanggung jawab bersama, dan kebersamaan adalah kunci dari setiap pekerjaan berat.

(Edi.Hlw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *