,

Kapolres Simalungun Pimpin Mediasi GERMALAK dan PT SIPEF Bukit Maradja, Aksi Panen Sepihak Berhasil Dicegah

Posted by

–

Simalungun // Kennedynews.id

Senin (02/11/2026) – Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M. turun langsung ke lapangan dan memfasilitasi mediasi antara Gerakan Masyarakat Lapar Keadilan (GERMALAK) dengan manajemen PT Eastern Sumatera Indonesia (PT SIPEF Bukit Maradja). Rencana aksi panen sepihak tandan buah segar (TBS) yang semula dikhawatirkan memicu bentrokan berakhir damai, dan massa membubarkan diri dengan tertib. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.

Apel Pengecekan dan Pengamanan

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata Polres Simalungun Polda Sumatera Utara yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat. Pada Senin sekira pukul 07.30 WIB, Kapolres memimpin apel pengecekan kesiapan personel pengamanan untuk mengantisipasi rencana aksi panen sepihak. Fokus pengamanan adalah mencegah bentrok dan tindak pidana pencurian TBS.

Sekira pukul 09.00 WIB, sekitar 130 warga anggota GERMALAK berkumpul di Simpang Tiga Negeri Bayu, Nagori Bandar Siantar. Hadir sebagai perwakilan Thaleb selaku penanggung jawab, Sahrul Ginting, Hendra Saragih, Suherman, dan Soleh Sidauruk. Pukul 09.50 WIB, massa bergerak menuju Afdeling 3 Divisi 3 areal perkebunan, namun dihadang security perusahaan sehingga panen tidak terlaksana. Perdebatan sempat terjadi, tetapi berhasil diredam personel Polri.

Pendekatan Humanis Redam Ketegangan

“Personel Polri mengedepankan pendekatan humanis, meredam situasi tanpa kekerasan hingga semua pihak dapat dipertemukan,” ungkap AKP Verry Purba. Sekira pukul 10.05 WIB, setelah Kasat Intelkam berupaya menghadirkan pihak perusahaan, Manager Operasional Bastanta Ginting dan tim legal tiba di lokasi. Kapolres menyampaikan imbauan Kamtibmas, mengajak warga menyampaikan pendapat secara damai tanpa mengganggu pengguna jalan, serta menghindari perbuatan melanggar hukum. Ia kemudian mengajak kedua pihak berdialog dalam mediasi di lapangan.

Aspirasi GERMALAK dan Tanggapan Perusahaan

Dalam mediasi, GERMALAK menyampaikan sejumlah aspirasi: penyaluran dana CSR kepada desa sekitar, realisasi kebun plasma 20 persen, kewenangan terkait berakhirnya masa HGU, penyediaan fasilitas umum, serta pemasangan portal pada jalan penghubung antar-nagori. Pihak perusahaan menyatakan telah melaksanakan program CSR, seperti bantuan irigasi dan perbaikan gereja. Soal plasma, perusahaan menilai tidak ada kewajiban bagi perusahaan asing. Tim legal menyebut perusahaan telah memenuhi persyaratan perpanjangan HGU, masih menunggu penerbitan, dan masih memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP). Terkait fasilitas umum, perusahaan meminta waktu untuk berkoordinasi.

Sekira pukul 10.36 WIB, situasi sempat memanas saat Thaleb menyampaikan aspirasi dan dipotong serta dibentak Manager Security perusahaan, Berlin Damanik. Personel Polri segera mengendalikan situasi agar tidak berkembang menjadi gangguan Kamtibmas.

Kapolres Minta Perusahaan Tidak Tutup Akses Jalan

Menanggapi hal itu, Kapolres meminta perusahaan tidak menutup akses jalan dengan portal dan mempertimbangkan akses penghubung antar-nagori untuk kepentingan warga. Ia juga meminta Berlin Damanik diserahkan kepada Polri untuk dimintai keterangan. “Polri akan mengawal penyampaian tuntutan masyarakat, mempelajari seluruh tuntutan, dan berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara. Kami minta masyarakat memberi waktu kepada Polri,” tegas AKBP Hendri Nupia Dinka Barus.

Kesepakatan dan Massa Bubar dengan Senyuman

Mediasi menghasilkan kesimpulan bahwa Polri akan memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dan perusahaan, berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta menyampaikan perkembangannya kepada perwakilan GERMALAK. Pihak GERMALAK menyatakan sepakat dan memberi waktu 14 hari kerja untuk menunggu hasilnya.

Sekira pukul 11.40 WIB, seluruh kegiatan berakhir aman dan massa membubarkan diri. “Tanpa perbuatan yang mengganggu Kamtibmas maupun tindak pidana, masyarakat kembali ke rumah masing-masing dengan penuh senyuman,” ungkap AKP Verry Purba. Ia menegaskan, Polres Simalungun akan terus memonitor, mengamankan, dan memfasilitasi komunikasi antara GERMALAK, perusahaan, dan instansi terkait demi penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Apresiasi Kennedynews.ID

Kennedynews.ID mengapresiasi aksi humanis Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus yang turun langsung menenangkan 130 warga GERMALAK dan memfasilitasi mediasi dengan manajemen PT SIPEF Bukit Maradja. Pendekatan persuasif dan humanis yang digunakan personel Polri berhasil meredam ketegangan tanpa kekerasan, mencegah bentrokan, dan mengakhiri aksi dengan damai.

Kami juga mengapresiasi kesabaran dan kebijaksanaan Kapolres dalam memimpin mediasi yang alot, mendengarkan aspirasi kedua pihak, serta menengahi ketegangan yang sempat memanas. Kesepakatan untuk memfasilitasi komunikasi, melibatkan BPN, dan memberikan waktu 14 hari kerja menunjukkan penyelesaian yang bermartabat dan berorientasi pada solusi. Pesan bahwa Polri akan mengawal tuntutan masyarakat dan memastikan penyelesaian sesuai ketentuan adalah wujud nyata Polri yang melindungi, mengayomi, dan melayani. Semoga mediasi lanjutan menghasilkan solusi yang adil bagi warga dan perusahaan, serta situasi di Gunung Malela tetap kondusif. Penyelesaian konflik melalui dialog dan pendekatan humanis adalah jalan terbaik yang menghormati hak semua pihak.

(J.Ndraha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *