
Pematangsiantar // Kennedynews.id
Sabtu (29/08/2026) – Malam itu, Jalan Sumber Jaya II di Kelurahan Sumber Jaya mendadak mencekam. Suara keras dan pertengkaran pecah di salah satu rumah warga. Seorang ibu menangis histeris, sementara anak kandungnya yang sedang naik pitam justru mengeluarkan ancaman. Penyebabnya sederhana namun menyayat hati: sang anak meminta dibelikan sepeda motor, sementara sang ibu tak sanggup memenuhinya.
Malam Jumat (28/08/2026) sekitar pukul 23.45 WIB, suasana rumah itu berubah panas. Perselisihan antara ibu kandung berinisial ZS dan anak kandungnya berinisial TRT tak terhindarkan. Tak lama kemudian, seorang warga berinisial AS melaporkan kejadian tersebut ke Call Center 110 Polres Pematangsiantar.
Respon Cepat Call Center 110 dan Personil Piket
Laporan itu langsung diteruskan oleh Operator Call Center 110 ke piket Polsek Siantar Martoba. Tanpa menunggu waktu, personil piket segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Di tengah malam yang mulai larut, mereka melaju ke Jalan Sumber Jaya II untuk melakukan pengecekan TKP.
Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas IPTU Agustina T.D, menyampaikan bahwa laporan warga tersebut langsung mendapat respons cepat dari pihak kepolisian.
“Operator Call Center 110 menerima laporan dari masyarakat inisial AS tentang adanya perselisihan antara ibu dan anak. Laporan ini kemudian diteruskan ke piket Polsek Siantar Martoba untuk segera ditindaklanjuti,” ujar IPTU Agustina.
Ibu dan Anak Bertikai, Dipicu Permintaan Sepeda Motor
Sesampainya di lokasi, personil piket menemukan fakta yang cukup memprihatinkan. Perselisihan tersebut dipicu oleh permintaan sang anak yang mendesak ibunya untuk membelikan sepeda motor. Namun, sang ibu mengaku tidak sanggup memenuhi permintaan anaknya karena keterbatasan ekonomi.
Penolakan itulah yang memicu amarah TRT. Pertengkaran mulut pun tak terhindarkan, bahkan hingga disertai dengan ancaman dari sang anak terhadap ibunya sendiri. Suasana rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru berubah menjadi arena konflik keluarga yang menyayat hati.
Namun saat personil Polsek Siantar Martoba tiba di TKP, TRT diketahui sudah tidak berada di lokasi. Pelaku diduga telah meninggalkan rumah usai melontarkan ancaman kepada ibunya. Keadaan itu membuat personil piket kemudian meneruskan penanganan kasus ini kepada Bhabinkamtibmas setempat agar terus ditindaklanjuti.
Peran Polri di Tengah Konflik Rumah Tangga
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa konflik keluarga bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Kehadiran Polri yang responsif melalui layanan Call Center 110 menunjukkan bahwa aparat kepolisian serius dalam melayani masyarakat, bahkan di tengah malam sekalipun.
Kapolres Pematangsiantar melalui Kasi Humas menegaskan bahwa Polres Pematangsiantar selalu siap menerima laporan masyarakat dan akan segera menindaklanjutinya. Layanan Call Center 110 hadir sebagai pintu darurat bagi warga yang membutuhkan pertolongan cepat dari kepolisian.
Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id mengapresiasi respons cepat Polsek Siantar Martoba dan Call Center 110 Polres Pematangsiantar dalam menangani laporan masyarakat. Di saat malam mulai larut, personil piket tetap sigap bergerak ke lokasi untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman.
Konflik keluarga memang sering kali menjadi persoalan yang pelik. Namun, kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat memberikan rasa aman dan menjadi penengah yang dibutuhkan. Kennedynews.id berharap kasus ini dapat segera diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak berujung pada hal-hal yang lebih buruk. Apalagi, konflik antara ibu dan anak tentu menyisakan luka batin yang tak mudah sembuh. Semoga ada jalan damai bagi keluarga tersebut.
(Edi.Hlw)





Tinggalkan Balasan