Dugaan Ketidakadilan di PTPN IV Bukit Lima, Karani 1 Disorot, Manajemen Bungkam

Posted by

Simalungun // kennedynews.id

Ketegangan di lingkungan PTPN IV Regional II Unit Bukit Lima kian memuncak. Sejumlah karyawan di Afdeling VI secara terbuka menyuarakan dugaan ketidakadilan yang telah berlangsung lama tanpa penyelesaian jelas.

Sorotan utama mengarah kepada Karani 1, Untung Manullang, yang hingga kini belum juga dipindahkan meski telah berulang kali diminta oleh para pekerja.

Pimpinan Redaksi media online satgasmigas.com, Prancis Silalahi, “menyampaikan Kepada awak media ini bahwa laporan ini bukan sekadar keluhan biasa, melainkan bentuk keresahan serius yang dirasakan pekerja di lapangan”, ucap Prancis Silalahi.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini berpotensi merusak iklim kerja dan kepercayaan terhadap manajemen perusahaan.

Upaya konfirmasi kepada Ketua SPBun PTPN IV Regional II Unit Bukit Lima, Darwin, melalui pesan WhatsApp tidak mendapat respons hingga berita ini diturunkan. Sikap bungkam tersebut justru memperkuat kesan bahwa persoalan ini tidak ditangani secara transparan.

Karyawan menduga adanya “perlindungan” terhadap Untung Manullang. Dugaan ini bahkan menyeret nama pimpinan unit, Mugiono, yang dinilai belum mengambil langkah tegas.

Situasi ini diperparah dengan anggapan bahwa yang bersangkutan memiliki pengaruh kuat di lingkungan perkebunan, sehingga sulit disentuh oleh kebijakan internal.

Tak hanya soal individu, para pekerja juga mengungkap berbagai persoalan lain yang dianggap sebagai bentuk ketidakadilan sistemik. Di antaranya pembagian insentif (puding) yang dinilai tidak transparan dan tidak merata, hingga penugasan kerja di luar tanggung jawab utama.

Salah satu kasus yang mencuat terjadi pada 31 Januari, ketika seorang pekerja bernama Ramces Raja Gukguk diperintahkan melakukan penyemprotan ladang jagung—pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan tupoksi. Selain itu, karyawan juga mengeluhkan belum dibayarkannya uang pancang TBM 1 yang seharusnya menjadi hak mereka.

Sejumlah pejabat internal turut disebut dalam laporan ini, termasuk Andi Purba, Sudarwin, dan Saut Damanik. Namun hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak tersebut.

Para karyawan menegaskan bahwa tuntutan mereka sederhana: keadilan, transparansi, dan pemenuhan hak sesuai aturan. Mereka juga berharap adanya perlindungan agar dapat bekerja tanpa tekanan atau rasa takut.

“Harapan kami sederhana, hanya ingin keadilan dan hak kami dipenuhi sebagaimana mestinya,” ujar salah satu karyawan yang memilih anonim.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen PTPN IV Regional II Unit Bukit Lima masih belum memberikan pernyataan resmi. Ketidakjelasan ini justru memperbesar tanda tanya: ada apa sebenarnya di balik sunyinya respons manajemen?

Sumber berita : Prancis Silalahi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *