
Pematangsiantar // Kennedynews.id
Rabu (28/10/2026) – Sore itu, sekitar pukul 15.30 WIB, suasana di Gudang Bulog, Jalan Darussalam, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, tampak sibuk. Karung-karung jagung bertumpuk, siap diturunkan dari kendaraan. Seorang personel Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Barat tampak mendampingi proses penjualan. Bukan sedang berpatroli, melainkan sedang mendampingi petani menjual hasil panennya ke Bulog. Sebuah pemandangan yang hangat — polisi hadir di tengah petani, mendukung ketahanan pangan.
Kapolsek Siantar Barat IPTU Raja Kaya Haloho, SH, MH, diwakili Bhabinkamtibmas AIPTU Isdianto, mendampingi penjualan jagung petani binaan ke Bulog Cabang Pematangsiantar, Rabu sore, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 15.30 WIB.
Jagung 5 Ton dengan Kadar Air 13,5%
Dalam laporannya, Kapolsek Siantar Barat IPTU Raja Kaya Haloho, SH, MH, mengatakan bahwa penjualan jagung tersebut langsung ke Gudang Bulog di Jalan Darussalam, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, dan diterima Petugas Periksa Kualitas (PPK) Bapak Sabili Ahmad.
“Petani binaan tersebut menjual jagungnya sebanyak 5.000 kilogram atau 5 ton, dengan kadar air 13,5 persen dan harga penjualan Rp 6.400 per kg,” ujar Kapolsek.
Dukung Program Ketahanan Pangan
“Kegiatan pendampingan tersebut bertujuan mendukung Program Pemerintah Ketahanan Pangan, meningkatkan silaturahmi Polsek Siantar Barat dengan masyarakat, mencegah terjadinya tindak pidana, serta meningkatkan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat,” kata IPTU Raja.
Petani Sambut Baik
Petani binaan menyambut baik pendampingan yang dilakukan Polsek Siantar Barat. Menurutnya, kehadiran polisi membuatnya merasa lebih tenang dan dihargai. Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Terima kasih, Pak. Kami merasa lebih aman dan diperhatikan. Harga yang kami terima juga sesuai,” ujar salah satu petani.
Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id mengapresiasi langkah Polsek Siantar Barat yang tidak hanya fokus pada tugas kepolisian, tetapi juga turun langsung mendampingi petani binaan menjual hasil panen ke Bulog. Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa Polri hadir sebagai bagian dari masyarakat, mendukung program ketahanan pangan, dan membangun kedekatan dengan warga. Pendekatan humanis seperti ini sangat efektif untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara polisi dan masyarakat. Semoga semangat gotong royong dan kebersamaan yang terbangun terus terjaga, dan semakin banyak petani yang merasakan manfaat kehadiran Polri di tengah mereka.
(Edi.Hlw)




Tinggalkan Balasan