
Mandailing Natal // Kennedynews.id
Senin (15/09/2026) – Siang itu, suasana di Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, terasa berbeda. Personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut bersama warga berkumpul di tepi Jembatan Rambin. Bukan untuk meresmikan, melainkan untuk meninjau kondisi jembatan yang selama ini menjadi akses penting bagi warga. Lantai kayu jembatan tampak lapuk, beberapa bagian bahkan sudah tidak layak dilalui. Kepedulian Brimob Sumut terhadap fasilitas penghubung ini membawa mereka turun langsung ke lapangan, memastikan apa yang dibutuhkan warga untuk akses yang lebih aman.
Danyon C Pelopor Pimpin Peninjauan
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sumut, Kompol Zaenal Muhlisin, bersama personel dan masyarakat setempat. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi jembatan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu akses penghubung antardesa sekaligus jalur menuju perkebunan warga.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, Jembatan Rambin memiliki panjang sekitar 8 meter dengan lebar 3,20 meter. Kondisi jembatan saat ini mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian lantai kayu yang menjadi landasan dan telah mengalami pelapukan sehingga membutuhkan penanganan secara serius demi menunjang keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat.
Akses Penting bagi 65 Kepala Keluarga
Jembatan tersebut diketahui menjadi akses penting bagi warga, khususnya masyarakat sekitar yang berjumlah kurang lebih 65 kepala keluarga, serta digunakan sebagai jalur menuju lahan perkebunan masyarakat. Jika tidak segera diperbaiki, aktivitas warga dapat terganggu, terutama saat musim hujan atau kondisi jalan yang licin.
Tantangan Perbaikan: Material dan Medan Sulit
Dalam peninjauan tersebut, personel Brimob bersama masyarakat juga mengidentifikasi sejumlah kendala yang perlu menjadi perhatian dalam upaya perbaikan. Kondisi jembatan dinilai sudah tidak memungkinkan untuk sekadar dilakukan perbaikan ringan, sehingga diperlukan penggantian lantai dengan konstruksi yang lebih kuat, salah satunya menggunakan cor beton.
Selain itu, akses jalan menuju lokasi jembatan masih berupa jalan yang belum beraspal dengan kondisi berbukit dan cukup sulit dilalui. Pengangkutan material juga menjadi tantangan tersendiri karena material berupa batu cor dan pasir harus didorong dari kawasan Kraser dengan jarak sekitar 12 kilometer menuju lokasi. Keterbatasan jaringan komunikasi di sekitar lokasi turut menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan kegiatan maupun koordinasi di lapangan.
Komitmen Brimob Hadir untuk Masyarakat
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan kepedulian personel Brimob Sumut untuk turun langsung melihat kondisi masyarakat dan fasilitas yang mereka gunakan sehari-hari. Kehadiran personel di lapangan menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi serta kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan akses dan fasilitas umum.
Melalui kegiatan tersebut, Satuan Brimob Polda Sumut menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id mengapresiasi langkah Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut yang turun langsung meninjau kondisi Jembatan Rambin di Desa Aek Mata, Mandailing Natal. Kepedulian terhadap fasilitas umum yang menjadi akses penting bagi 65 kepala keluarga ini menunjukkan bahwa Brimob tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan dan mobilitas warga. Kami berharap hasil peninjauan ini dapat ditindaklanjuti dengan perbaikan segera, sehingga jembatan dapat kembali digunakan dengan aman. Semangat pengabdian dan kepedulian Brimob Sumut patut diteladani.
(J.Ndraha)








Tinggalkan Balasan