
Pematangsiantar // Kennedynews.id
Rabu (19/08/2026) – Pagi itu, suasana di Jalan Singosari Gang Demak, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Martoba, tepat di samping Mesjid Nurul Hadi, mendadak heboh. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya setelah beberapa hari tidak terlihat menarik becak.
Kapolsek Siantar Utara, IPTU Nana Sandra, SH, merespons cepat dan memimpin langsung pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Rabu pagi, 19 Agustus 2026, sekira pukul 05.30 WIB.
Korban SW (63) Tukang Becak
Dalam laporannya, Kapolsek Siantar Utara mengatakan mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut berinisial SW (63 tahun), yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak. Korban tinggal sendirian di rumahnya karena tidak memiliki anak dan istrinya bekerja sebagai pembantu di Malaysia.
Kronologi: Bau Bangkai Menyengat
Sesuai keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi di TKP, kejadian bermula pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB. Setelah salat Isya di Mesjid Nurul Hadi, saksi SA dan nazir mesjid mencium bau bangkai seperti bau bangkai tikus yang berasal dari rumah korban yang tepat di samping mesjid.
Esok harinya, pada Rabu pagi, 19 Agustus 2026, pukul 05.30 WIB, setelah salat subuh, saksi SA dan jemaah Mesjid Nurul Hadi kembali mencium bau bangkai yang semakin menyengat dari dalam rumah korban.
Saksi Temukan Korban Terlentang di Lantai Dapur
Saksi SA dan jemaah Mesjid Nurul Hadi kemudian menjumpai saudara korban bernama AL. AL mengatakan bahwa sudah dua hari korban tidak kelihatan menarik becak, serta lampu rumah korban terus menyala siang dan malam.
Saksi SA kemudian menelepon Babinsa Kelurahan Martoba, Sertu Karnadi, dan melaporkan bahwa dari dalam rumah korban ada bau bangkai. Setiba di TKP, Babinsa Sertu Karnadi bersama masyarakat setempat menemukan korban sudah terlentang di lantai dapur dengan kondisi kulit yang sudah berwarna hitam dan tubuhnya membengkak.
Kapolsek dan Tim Inafis Olah TKP
Menerima laporan warga, Kapolsek Siantar Utara IPTU Nana Sandra bersama personil piket dan Tim Inafis Polres Pematangsiantar datang ke TKP dan melakukan pengumpulan bahan keterangan (Baket). Setelah dilakukan olah TKP, personil piket Polsek Siantar Utara mengevakuasi jenazah korban ke ruangan jenazah RSUD dr Djasamen Saragih untuk visum.
Korban Idap Sakit Sesak Nafas dan Asam Urat
Sesuai keterangan RF, saudara korban, SW mengalami sakit sesak nafas, batuk berkepanjangan, dan asam urat. Korban sehari-hari tinggal sendirian di rumahnya karena tidak memiliki anak dan istrinya bekerja sebagai pembantu di Malaysia.
Keluarga Tolak Autopsi
RD (57 tahun), adik kandung korban, mewakili keluarga membuat surat pernyataan bermaterai menolak jenazah korban diautopsi. Keluarga sudah menerima dengan ikhlas bahwa korban meninggal akibat sakit yang dideritanya.
Adanya surat pernyataan keluarga dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, Kapolsek Siantar Utara menyerahkan jenazah korban kepada keluarga untuk disemayamkan dan dikuburkan.
“Jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan dan dikuburkan. Korban meninggal karena sakit dideritanya,” pungkas Kapolsek.
Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id menyampaikan belasungkawa kepada keluarga SW (63) atas kepergiannya.
Kami juga mengapresiasi respons cepat Kapolsek Siantar Utara dan Tim Inafis Polres Pematangsiantar yang langsung turun ke lokasi melakukan pengecekan dan olah TKP.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.
(Edi.Hlw)





Tinggalkan Balasan