
Simalungun // Kennedynews.id
Senin (27/07/2026) – Pagi itu, suasana di tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Simalungun terlihat lebih sibuk dari biasanya. Bukan hanya para juru masak yang sibuk mengolah menu bergizi, tetapi juga tim medis dari Dokkes Polres Simalungun yang datang membawa peralatan pemeriksaan. Mereka tidak datang untuk memasak, melainkan untuk memastikan setiap makanan yang disajikan benar-benar aman untuk dikonsumsi.
Dalam satu hari, Kasi Dokkes Simalungun, dr. Sirovenesia Banjarnahor, bergerak dari satu SPPG ke SPPG lainnya. Tiga lokasi sekaligus diperiksa: SPPG 3, SPPG 1, dan SPPG 2. Total 8.305 penerima manfaat program makan bergizi terjamin keamanan pangannya.
Kasi Humas: Ini Wujud Nyata Polri untuk Masyarakat
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi awak media pada Senin (27/07/2026) sekira pukul 11.40 WIB, menjelaskan bahwa kegiatan Food Safety ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Polres Simalungun dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata Polri dalam melayani masyarakat, sekaligus wujud dari Polres Simalungun Polda Sumatera Utara yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat,” ujar AKP Verry Purba.
Pemeriksaan dilakukan secara serentak di tiga SPPG pada hari yang sama, memastikan tidak ada satu pun menu yang lolos dari pengawasan.
SPPG 3: Ikan Nila Sambal Colo-colo dan Semangka
Pemeriksaan pertama dimulai di SPPG Polres Simalungun 3 pada pukul 07.00 WIB. Menu yang diperiksa meliputi nasi putih, ikan nila sambal colo-colo, tahu bumbu kuning, wortel dan sawi putih bawang goreng, serta buah semangka untuk menu sekolah.
Untuk menu keringan 3B, disajikan nasi putih, ikan dori sop paprika, nugget tahu, wortel serta sawi putih bawang goreng, dan pisang ambon.
Total penerima manfaat di SPPG 3 mencapai 2.561 orang. Hasil pemeriksaan organoleptik menunjukkan bentuk, rasa, aroma, dan warna makanan dalam kondisi normal. Sementara hasil pemeriksaan kimia menyatakan seluruh sampel negatif nitrit, negatif nitrat, negatif formalin, dengan tingkat keasaman (pH) berada pada angka 6.

SPPG 1: Chicken Cream Bawang Putih dan Tahu Crispy
Pukul 08.00 WIB, giliran SPPG Polres Simalungun 1 yang diperiksa. Menu yang disajikan meliputi nasi putih, chicken cream bawang putih, tahu goreng crispy, tumis buncis dan jagung, serta buah semangka.
Total penerima manfaat di SPPG 1 tercatat sebanyak 2.823 orang. Hasil organoleptik normal, dan pemeriksaan kimia menunjukkan seluruh sampel negatif boraks, negatif nitrit, negatif nitrat, negatif formalin, dan negatif fosfat, dengan pH sebesar 6.

SPPG 2: Ayam Goreng Kalasan dan Buah Naga
Pemeriksaan terakhir dilaksanakan di SPPG Polres Simalungun 2 pada pukul 07.30 WIB. Menu porsi besar untuk SMA, SMP, ibu hamil, dan ibu menyusui meliputi nasi putih, ayam goreng kalasan sambal terasi, tahu kecap, tumis sawi putih dan kacang panjang, serta buah jeruk.
Untuk menu keringan 3B, kelompok balita mendapat satu buah buah naga dan dua kemasan susu. Kelompok busui (ibu menyusui) mendapat dua kemasan susu, satu buah naga, dan satu buah pear. Sementara kelompok bumil (ibu hamil) mendapat satu kemasan susu Prenagen, satu buah naga, satu buah jeruk, dan dua buah pisang.
Total penerima manfaat di SPPG 2 mencapai 2.921 orang. Hasil organoleptik normal dan pemeriksaan kimia seluruhnya negatif boraks, nitrit, nitrat, formalin, dan fosfat, dengan pH sebesar 6.
8.305 Penerima Manfaat Terjamin Keamanan Pangannya
“Dengan demikian, dari ketiga lokasi SPPG yang diperiksa hari ini, total penerima manfaat yang terjamin keamanan pangannya mencapai 8.305 orang,” pungkas AKP Verry Purba.
Ia menegaskan, seluruh rangkaian pemeriksaan Food Safety di tiga SPPG tersebut berjalan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh menu yang telah diperiksa dinyatakan layak dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat penerima manfaat program makan bergizi.
Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id mengapresiasi langkah Dokkes Polres Simalungun yang secara rutin dan konsisten melakukan pemeriksaan Food Safety di setiap SPPG. Ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang menjadi penerima manfaat program makan bergizi.
Kami juga mengapresiasi hasil pemeriksaan yang menunjukkan seluruh sampel negatif dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, nitrit, dan nitrat. Ini membuktikan bahwa pengelolaan SPPG di Polres Simalungun berjalan dengan standar yang baik dan terjamin.
Kepada para pengelola SPPG, pertahankan kualitas ini. Kepada masyarakat penerima manfaat, nikmati makanan bergizi dengan tenang karena telah terjamin keamanannya. Semoga program pemenuhan gizi ini terus berjalan sukses dan membawa manfaat besar bagi generasi penerus bangsa di Kabupaten Simalungun.
(Jhon.Ndr)








Tinggalkan Balasan