
Pematangsiantar // Kennedynews.id
Rabu (10/06/2026) – Suasana di sebuah kos-kosan di Jalan Sipirok, Kelurahan TimbangGalung, Kecamatan Siantar Barat, mendadak heboh. Seorang pria ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di kamar mandi.
Kapolsek Siantar Barat, IPTU Raja Kaya Haloho, SH, MH, langsung memimpin langsung pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Rabu siang, 10 Juni 2026, sekira pukul 14.00 WIB.
Bersama Tim Inafis dan BPBD
Setiba di lokasi, Kapolsek bersama personil Pamapta Polres Pematangsiantar, piket fungsi, dan Tim Inafis langsung melakukan olah TKP.
Mereka menemukan seorang laki-laki berinisial BRS (30 tahun) dalam keadaan meninggal dunia di kamar mandi kamar No. 201.
Korban diketahui sebagai warga Kampung Kalibata, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan.
Gantung Diri dengan Seprai
Kapolsek menjelaskan bahwa korban diduga gantung diri menggunakan seprai tempat tidur yang diikat pada ventilasi kamar mandi.
Tim BPBD Kota Pematangsiantar kemudian membantu evakuasi jenazah korban ke ruangan jenazah RSUD dr. Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, untuk dilakukan visum.

Kronologi: Kamar Terkunci, Dibuka Paksa dari Jendela
Kapolsek memaparkan kronologi kejadian yang bermula pada pagi harinya, sekira pukul 10.00 WIB.
Pacar korban berinisial IN datang ke kos-kosan tersebut. Namun, kamar yang ditempati korban dalam keadaan terkunci.
Setelah diketuk berulang kali, pintu kos tidak juga dibuka oleh korban. IN kemudian meminta penjaga kos, saksi Fazar, untuk membuka paksa kamar korban.
Saksi Fazar kemudian masuk ke dalam kamar kos melalui jendela.
Setelah berhasil masuk, saksi membuka pintu kamar kos dari dalam dan mengajak IN masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar, mereka berdua kemudian mencari korban. Betapa terkejutnya mereka saat melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri di kamar mandi.
Pacar Minta Korban Diturunkan, Ternyata Sudah Meninggal
IN yang masih shock sempat meminta penjaga kos untuk menurunkan korban, karena menganggap korban belum meninggal dunia.
Namun, setelah berhasil diturunkan, ternyata korban sudah meninggal dunia.
Saksi Fazar bersama IN kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pematangsiantar.
Baru 2 Hari di Pematangsiantar
Berdasarkan keterangan pacar korban, IN, bahwa korban berdomisili di Jakarta dan baru tiba di Pematangsiantar pada hari Sabtu menggunakan bus ALS.
Korban baru 2 hari menginap di kos-kosan Jalan Sipirok tersebut dengan tujuan untuk bertemu dengan IN.
Diduga karena Masalah Asmara
Kapolsek IPTU Raja Kaya Haloho menyimpulkan bahwa berdasarkan keterangan dari saksi-saksi dan hasil olah TKP, korban meninggal dunia diduga akibat gantung diri.
“Diduga penyebab korban gantung diri karena adanya masalah hubungan asmara dengan pacar korban tersebut,” ujar Kapolsek.

Jenazah di RSUD, Keluarga Masih Ditunggu
Saat ini, jasad korban sudah dibawa ke RSUD dr. Djasamen Saragih untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan medis.
“Kami masih menunggu keluarga korban yang akan datang dari Jakarta,” pungkas IPTU Raja Kaya Haloho.
Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id mengapresiasi langkah cepat Kapolsek Siantar Barat IPTU Raja Kaya Haloho, SH, MH, beserta personil Pamapta Polres Pematangsiantar, Tim Inafis, dan BPBD yang sigap melakukan olah TKP dan evakuasi jenazah.
Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.
(Edi.Hlw)







Tinggalkan Balasan