Penghubung Jalan Desa Mbarung (Jembatan) Dengan Seberang Bersatu Terkesan Pokok Permasalahan.

Posted by

penghubung jalan desa Mbarung Dan Seberang bersatu Aceh Tenggara terkesan pokok permasalahan Bentrok laga mulut, Pemerintahan Kabupaten Aceh Tenggara terkesan tutup mata abaikan pasca Bencana yang terjadi beberapa bulan yang lalu, saat terjadi jalan jembatan mbarung Terputus, jembatan tersebut merupakan Jalan penghubung Seberang bersatu Yaitu , Kecamatan Lawe Alas, Kecamatan Darul Hasanah, Kecamatan Tanoh dan Kecamatan Baburrahmah Sabtu malam (15/08/2026).

Kronologis prihal yang pernah di alami seorang Warga Seberang bersatu yang nama Facebook nya,

 Ahmad Kay Lubis, Mengatakan “,Saya  Malam ini selesai Sholat mahgrib saya pulang kerumah desa Pulo Gadung (Lawe Saraf) melewati namanya jembatan darurat dari bawah,

Jembatan besi Mbarung yang rusak terjal Banjir dahsyat yang hingga kini masih terbangkalai,

setelah saya melewati jembatan darurat jalan pulang dengan baik melewati jembatan itu ada seorang PS (Pemuda Setempat Mbarung) atau bapak bapak desa mbarung yang penjaga jembatan darurat itu spontan emosi dengan saya”tegasnya.

Kemudian di tempat yang sama dan halaman tak berbeda PS “: Kalau lewat jangan suka hati mu aja (Becakap kau sikit) dengan nada spontan tinggi dengan wajah tidak senang,.

Ahmad Jay Lubis Mengatakan “,

Saya : juga kaget dengan nada tingginya ngomong seperti tidak pantas lawan bicara sama saya dan saya juga lawani cakap yang tidak pantas itu ke saya sendiri dibuatnya (Pemuda Setempat desa mbarung).saya ingin kepada pemerintah daerah khususnya, atau

Tembusan Pemerintah kabupaten Aceh tenggara bapak  bupati Aceh Tenggara H.M.Salim Fahkry SE.MM , 

Tembusan Polres Aceh Tenggara AKBP Rujianto Dwi Purnomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., Babinsa, Kecamatan Babussalam, Bhabinkamtibmas Kecamatan Babussalam. 

Tembusan  Dinas Perhubungan Aceh Tenggara Jamrin Desky , SE. 

Ahmad Jay Lubis juga menambahkan “,

“Tolong diawasi kondisi para-para panitia uang tiket masuk dan keluar jalan jembatan darurat daerah seberang bersatu, khususnya kecamatan Lawe Alas ini banyak saya lihat setiap harinya Pemuda setempat desa mbarung bergantian meminta uang kepada pengguna jalan lewat menuju kecamatan Lawe Alas, meminta uang ke kami khususnya masyarakat Kecamatan Lawe Alas Ini, setiap harinya harus bayar kalau tidak bayar lewat jembatan darurat itu mereka marah dan tidak senang melihat warga yang lewat,  jembatan darurat menuju masuk ke Kecamatan Lawe Alas dan Keluar Menuju ke kotacane dan apalagi malam udah pasti membahayakan bagi warga yang lewat. jembatan darurat itu kalau tidak bayar mungkin saja akan ada hal yang tidak diinginkan bagi kami warga desa seberang bersatu khusus kecamatan Lawe Alas , Kecamatan Darul Hasanah, Kecamatan Tanoh Alas, Kecamatan Baburrahmah (Seberang Bersatu)”,Tegasnya.

Pantauan awak media Kennedynews.id Online dan cetak serta Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI ) Kabupaten Aceh Tenggara MHD SABRI beserta Rekan-Rekan yang lainnya,  menyampaikan Harapan Kami “bahwa melalui pemberitaan ini kami segenap Jajaran Wartawan Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara, agar tembusan pemberitaan tersebut secepatnya mengambil tindakan yang khusus, supaya terhenti nya pertikaian di kemudian hari, hingga terjadi nya kesejahteraan terhadap masyarakat Seberang Bersatu dalam menjalankan peredaran perputaran perekonomian yang maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *