
Simalungun // Kennedynews.id
Rabu (02/09/2026) – Sore itu, suasana di ruang Humas Polres Simalungun terasa lebih sibuk dari biasanya. Sejumlah wartawan mulai berdatangan setelah beredar kabar di media sosial dan grup WhatsApp mengenai meningkatnya angka kasus narkoba serta kejahatan di Kabupaten Simalungun. Ada yang menyebut ini sebagai tanda situasi keamanan memburuk, bahkan ada pula yang mendesak evaluasi terhadap jajaran kepolisian. Namun, di balik hiruk-pikuk itu, Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba memilih duduk tenang, merapikan data, dan menyiapkan klarifikasi. Baginya, angka bukanlah cerita utuh. Ada makna lain yang harus dibaca bersama.
Naiknya Angka Pengungkapan Bukan Tanda Buruk
AKP Verry menegaskan bahwa membaca data kriminalitas harus dilakukan secara utuh dan objektif. Angka yang tercantum dalam laporan kinerja kepolisian, menurutnya, tidak serta-merta bisa dimaknai bahwa kinerja Polres Simalungun buruk atau bahwa seluruh peningkatan angka kasus merupakan cerminan kegagalan.
Sebaliknya, peningkatan angka pengungkapan, penindakan, dan penyelesaian perkara justru menjadi indikator bahwa personel kepolisian semakin aktif dalam mendeteksi, mengungkap, dan menindak tindak pidana.
“Rincian tersebut merupakan bukti kinerja personel Polres Simalungun selama beberapa tahun. Harusnya kita bisa melihat secara utuh bahwa angka-angka tersebut juga menunjukkan hasil nyata dari upaya personel dalam melakukan penanganan dan tindakan terhadap tindak pidana, khususnya yang dilakukan Sat Reskrim dan Sat Narkoba,” ujar AKP Verry Purba.
Ia menegaskan, pemberantasan narkotika tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian. Peran keluarga, masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemahasiswaan, dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Mari Baca Data dengan Jernih
Menurut AKP Verry, masyarakat diharapkan tidak hanya melihat persoalan dari angka kasus yang ditampilkan, tetapi juga melihat bagaimana aparat kepolisian bekerja menindaklanjuti setiap laporan dan informasi yang diterima. Setiap angka yang naik, ada puluhan bahkan ratusan jam kerja personel di belakangnya.
“Kalau angka pengungkapan meningkat, jangan langsung disimpulkan sebagai sesuatu yang buruk. Justru harus dilihat berapa banyak kasus yang berhasil diungkap, berapa banyak pelaku yang diamankan, dan berapa banyak barang bukti yang berhasil disita. Itu adalah bagian dari kinerja kepolisian,” tegasnya.
Polres Simalungun Buka Tangan untuk Kritik
Terkait kritik yang disampaikan oleh organisasi kemahasiswaan, AKP Verry Purba mengatakan bahwa Polres Simalungun menghormati hak setiap warga negara, termasuk mahasiswa dan organisasi kepemudaan, untuk menyampaikan kritik maupun aspirasi.
Namun, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan tetap berdasarkan data, fakta, dan informasi yang utuh sehingga tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru di tengah masyarakat.
“Silakan kritik kami. Silakan memberikan masukan. Tetapi kritik harus dibangun berdasarkan data dan fakta. Jangan sampai informasi yang belum dipahami secara utuh kemudian disimpulkan dan disampaikan kepada masyarakat sehingga menimbulkan persepsi yang menyesatkan,” katanya.
AKP Verry juga mengajak para ketua organisasi mahasiswa untuk tidak hanya memberikan kritik, tetapi turut menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di Kabupaten Simalungun. Mahasiswa, menurutnya, memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual dan calon penerus bangsa.
“Kalau memang peduli terhadap Kabupaten Simalungun dan masa depan anak bangsa, mari kita sampaikan informasi positif dan suara perubahan yang baik. Tegas dan lantang dalam menyampaikan kritik tentu kami terima, tetapi kritik tersebut harus membawa solusi dan perubahan ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.
Undangan Terbuka untuk Mahasiswa
Lebih lanjut, AKP Verry menegaskan bahwa Polres Simalungun terbuka terhadap publik dalam menyampaikan capaian maupun evaluasi kinerja. Setiap rilis kinerja kepolisian, baik rilis akhir tahun maupun evaluasi kinerja secara berkala, menjadi bagian dari keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Ia bahkan mengundang para ketua organisasi mahasiswa untuk hadir secara langsung dalam kegiatan rilis kinerja Polres Simalungun sehingga memperoleh informasi langsung dari sumber resmi.
“Kalau kami melaksanakan rilis akhir tahun atau rilis kinerja per semester, kami persilakan teman-teman mahasiswa datang dan hadir langsung di Polres Simalungun. Informasinya juga kami sampaikan melalui platform resmi Polres Simalungun sebelum kegiatan dilaksanakan,” jelasnya.
Komitmen Tetap Melayani dan Terbuka
Polres Simalungun, lanjut AKP Verry, tetap membuka ruang komunikasi dan kritik dari seluruh elemen masyarakat. Namun, kritik diharapkan disampaikan secara proporsional, profesional, dan bertanggung jawab.
“Kami tidak anti kritik. Justru kritik yang membangun sangat kami butuhkan. Mari dudukkan persoalan berdasarkan data dan fakta, kemudian bersama-sama mencari solusi. Jangan sampai perbedaan pandangan justru dimanfaatkan untuk menggiring opini yang dapat merugikan masyarakat,” pungkasnya.
Polres Simalungun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan, pengungkapan tindak pidana, pemberantasan narkotika, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa dan pemuda, untuk memperkuat sinergitas dalam menciptakan Kabupaten Simalungun yang aman, kondusif, dan terbebas dari ancaman narkotika serta berbagai bentuk kejahatan.
Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id mengapresiasi sikap terbuka Polres Simalungun dalam menghadapi kritik dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa. Alih-alih merespons dengan emosi, kepolisian memilih jalur logika dengan memaparkan data dan mengajak dialog konstruktif. Undangan kepada mahasiswa untuk hadir langsung dalam rilis kinerja adalah langkah cerdas yang patut dicontoh. Harapan kami, kritik yang disampaikan ke depan tidak hanya tajam, tetapi juga disertai solusi. Karena membangun Simalungun yang aman dan kondusif adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya Polri.
(J.Ndraha)





Tinggalkan Balasan