,

Polsek Siantar Marihat Selesaikan Konflik Asmara, Kapolsek: Kedua Pihak Buat Surat Pernyataan Bermaterai

Posted by

Pematangsiantar // Kennedynews.id

Sabtu (15/08/2026) – Malam itu, suasana di Mako Polsek Siantar Marihat terasa berbeda. Dua orang warga yang sebelumnya terlibat konflik akibat masalah asmara duduk bersama di ruang mediasi. Bukan dengan wajah tegang, tetapi dengan ekspresi lega setelah keduanya sepakat untuk berdamai.

Polsek Siantar Marihat Polres Pematangsiantar melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Simarimbun Bripka Johannes C. Siregar berhasil menyelesaikan masalah warga binaan dengan pendekatan problem solving pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, sekira pukul 21.40 WIB.

Kronologi: Cemburu Picu Pengerusakan

Kapolsek Siantar Marihat, AKP David Eka Putra, SH, mengatakan bahwa permasalahan tersebut berawal dari selisih paham hubungan asmara atau percintaan yang berujung pada pengerusakan jendela rumah, mejikom, dan dispenser. Tindakan tersebut diduga dilakukan oleh pihak II, RS (31 tahun), di rumah pihak I, KMTS (32 tahun), di Perumahan Manutur Indah, Jalan Raya ke Sidamanik, Kelurahan Simarimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, pada Jumat dini hari, 14 Agustus 2026, sekira pukul 02.00 WIB.

Laporan ke Polsek

Tidak terima dengan kejadian tersebut, KMTS melaporkan kejadian ke Mako Polsek Siantar Marihat.

Mediasi dan Perdamaian

Pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, sekira pukul 21.40 WIB, Bhabinkamtibmas Kelurahan Simarimbun Bripka Johannes C. Siregar melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak di Mako Polsek Siantar Marihat.

Hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dengan membuat beberapa point kesepakatan dalam surat pernyataan perdamaian bermaterai.

“Kedua belah pihak sudah berdamai secara kekeluargaan dan membuat surat pernyataan bermaterai,” kata Kapolsek.

Apresiasi Kennedynews.id

Kennedynews.id mengapresiasi langkah Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Marihat, Bripka Johannes C. Siregar, yang memilih pendekatan mediasi dan perdamaian dalam menangani konflik asmara yang berujung pada pengerusakan.

Pendekatan kekeluargaan ini menjadi solusi terbaik agar tidak ada pihak yang dirugikan secara berlebihan dan hubungan antar warga tetap terjaga. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan tidak mudah terprovokasi.

(Edi.Hlw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *