,

Polsek Siantar Martoba Mediasi Konflik Keluarga, Kapolsek: Ibu RP Diizinkan Ambil Ijazah Anak

Posted by

Pematangsiantar // Kennedynews.id

Jumat (21/08/2026) – Pagi itu, suasana di Kantor Kelurahan Nagapita, Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, terasa berbeda. Dua orang yang masih terikat hubungan keluarga duduk bersama di ruang mediasi, difasilitasi oleh Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Martoba.

Polsek Siantar Martoba Polres Pematangsiantar melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Nagapita Aiptu Reynold Budiman Purba didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Nagapitu Aiptu Sabam Ambarita merespons cepat dan berhasil menyelesaikan perselisihan keluarga dengan pendekatan mediasi pada Jumat pagi, 21 Agustus 2026, sekira pukul 10.30 WIB.

Kronologi Perselisihan

Kapolsek Siantar Martoba, IPTU Edy J.J. Manalu, SH, MH, mengatakan bahwa masalah tersebut terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026, sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu, Ibu RP yang merupakan menantu, ingin mengambil ijazah asli anaknya di rumah peninggalan orangtua yang terletak di Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Nagapita.

Namun, ia dihalang-halangi oleh iparnya, JN, yang tinggal di rumah tersebut. Hal ini memicu cekcok mulut di antara keduanya, yang bahkan mengeluarkan kata-kata yang merendahkan martabat wanita.

Mediasi dan Kesepakatan

Setelah dilakukan mediasi, Ibu RP diizinkan mengambil ijazah asli anaknya di rumah tersebut. Barang-barang pribadi milik Ibu RP juga diizinkan berada di rumah tersebut sampai batas waktu yang ditentukan.

Tujuan: Tingkatkan Kehadiran Polri

Kapolsek menambahkan bahwa kegiatan mediasi ini bertujuan untuk meningkatkan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat serta menjalin kemitraan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri.

Apresiasi Kennedynews.id

Kennedynews.id mengapresiasi langkah Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Martoba yang berhasil memediasi perselisihan keluarga di Kelurahan Nagapita.

Pendekatan kekeluargaan ini menjadi solusi terbaik agar tidak ada pihak yang dirugikan secara berlebihan dan hubungan keluarga tetap terjaga. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan mengutamakan musyawarah.

(Edi.Hlw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *