,

Polsek Siantar Selatan Tangani Dugaan Penganiayaan, Kapolsek: Kedua Pihak Saling Memaafkan dan Buat Surat Perdamaian

Posted by

Pematangsiantar // Kennedynews.id

Kamis (27/08/2026) – Sore itu, suasana di Mako Polsek Siantar Selatan terasa berbeda. Dua orang warga yang sebelumnya terlibat dugaan penganiayaan duduk bersama di ruang mediasi. Bukan dengan wajah tegang, tetapi dengan ekspresi lega setelah keduanya sepakat untuk saling memaafkan.

Polsek Siantar Selatan Polres Pematangsiantar melalui piket Pawas Kanit Reskrim IPDA J. Manihuruk, SH, dan personil merespons cepat dan berhasil menyelesaikan dugaan tindak pidana penganiayaan dengan pendekatan problem solving pada Kamis sore, 27 Agustus 2026, sekira pukul 17.30 WIB.

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Kapolsek Siantar Selatan, IPTU Suhaira Marbun, SH, menjelaskan bahwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi di Jalan Parsoburan, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan. Kejadian ini melibatkan pihak I, HS (40 tahun), warga Kecamatan Siantar Marimbun, dan pihak II, SMC (43 tahun), warga Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun.

Laporan ke Polsek

Merasa menjadi korban, pihak II melaporkan kejadian tersebut ke Mako Polsek Siantar Selatan.

Mediasi dan Perdamaian

Piket Pawas Kanit Reskrim IPDA J. Manihuruk dan personil langsung merespons cepat dengan menindaklanjuti laporan, melakukan pengecekan ke TKP, dan membawa kedua belah pihak ke Polsek Siantar Selatan untuk dilakukan mediasi.

Hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan dan telah saling memaafkan dengan dituangkan ke dalam surat Pernyataan/Perdamaian bermaterai.

“Dugaan penganiayaan itu sudah diselesaikan dengan problem solving karena kedua belah pihak sudah berdamai,” pungkas Kapolsek.

Apresiasi Kennedynews.id

Kennedynews.id mengapresiasi langkah Polsek Siantar Selatan yang memilih pendekatan mediasi dan perdamaian dalam menangani dugaan penganiayaan.

Pendekatan kekeluargaan ini menjadi solusi terbaik agar tidak ada pihak yang dirugikan secara berlebihan dan hubungan antar warga tetap terjaga. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan tidak mudah terprovokasi.

(Edi.Hlw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *