,

Robinson Harianja (54) Ditemukan Tewas di Gubuk, Hasil Forensik: Meninggal Karena Kelaparan

Posted by

Simalungun // Kennedynews.id

Rabu (22/07/2026) – Senja itu, warga Simpang Pondok Baru, Nagori Batu Silangit, dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki tak dikenal. Ia tergeletak di bawah meja sebuah warung, dalam keadaan mengenakan kaos oblong dan celana panjang cokelat. Tak ada yang tahu siapa dia, dari mana asalnya, atau mengapa ia tewas di tempat itu.

Namun, Tim Identifikasi (Inafis) Sat Reskrim Polres Simalungun bersama Polsek Dolok Batu Nanggar bergerak cepat. Tak butuh waktu lama, misteri Mr X itu akhirnya terpecahkan.

Kapolsek Dolok Batu Nanggar: Langsung Gerak Cepat

Informasi penemuan mayat pertama kali diterima oleh Kapolsek Dolok Batu Nanggar, IPTU Rido V. Pakpahan, S.Kom., M.H., pada pukul 16.30 WIB. Tanpa menunggu lama, ia langsung mengerahkan tim.

Kanit Reskrim IPDA L. Radot Siagian, S.H., Kanit Intel IPDA M. Purba, beserta personel piket segera menuju lokasi kejadian. Sesampainya di TKP, mereka mendapati mayat laki-laki dalam posisi terlentang di bawah meja warung.

Kesaksian Karyawan PT. Bridgestone

Dari keterangan saksi, Ponimin dan Masrijal—keduanya karyawan PT. Bridgestone—terungkap fakta yang memprihatinkan. Korban sebelumnya sempat terlihat dalam kondisi yang mengindikasikan gangguan jiwa.

Bahkan, saksi menyebut bahwa korban sempat tidak mengenakan pakaian saat berada di sekitar warung dekat lokasi kejadian. Kondisi ini menggambarkan betapa terlantar dan memprihatinkannya keadaan korban sebelum akhirnya meninggal dunia.

Dokter Forensik: Tak Ada Tanda Kekerasan, Korban Kelaparan

Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Tapian Dolok menuju RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar. Di sanalah tim dokter forensik melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasilnya mengejutkan sekaligus memilukan. Dokter forensik RSUD Djasamen Saragih tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, kondisi tubuh korban yang tampak kurus dan sejumlah temuan klinis lainnya mengarah pada satu kesimpulan.

Korban meninggal dunia akibat kondisi gizi buruk atau kelaparan yang dideritanya.

Tim Inafis: Sidik Jari Mengungkap Identitas

Setelah penyebab kematian diketahui, tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun yang dipimpin AIPDA Sujid Saputra, di bawah koordinasi Kanit Inafis AIPTU Steward Owen Saragih, melakukan langkah krusial.

Mereka melakukan pengangkatan dan pencocokan sidik jari menggunakan sistem Identifikasi Pencarian Sidik Jari (IPS). Hasilnya, identitas Mr X akhirnya terungkap.

Korban bernama Robinson Harianja, kelahiran Medan, 5 Agustus 1971. Usianya 54 tahun. Belum menikah, beragama Kristen, suku Batak, dan berprofesi sebagai wiraswasta. Alamatnya di Jalan Pasar III Gang Surip Nomor 12, Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan.

Seorang pria paruh baya yang ternyata berasal dari kota Medan, namun mengakhiri hidupnya di sebuah gubuk di Simalungun.

Koordinasi dengan Polsekta Medan Timur

Setelah identitas korban diketahui, personel Polsek Dolok Batu Nanggar segera berkoordinasi dengan Polsekta Medan Timur sesuai domisili korban. Tujuannya, menghubungi pihak keluarga.

Hasil koordinasi membuahkan hasil positif. Pihak keluarga melalui komunikasi telepon menyatakan akan datang pada keesokan harinya untuk menjemput jenazah. Kabar itu setidaknya memberikan sedikit kelegaan di tengah duka.

Sementara menunggu kedatangan keluarga, jenazah korban telah dimandikan oleh petugas RSUD Djasamen Saragih untuk proses selanjutnya.

Kasus Non-Pidana, tapi Pengingat Kepedulian

Dengan hasil pemeriksaan forensik yang mengarah pada dugaan gizi buruk dan kelaparan, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini tergolong non-pidana. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban selama proses pemeriksaan berlangsung.

Namun, kasus ini menyimpan pesan moral yang dalam. Seorang pria paruh baya, dengan identitas jelas, bisa hidup terlantar hingga tewas kelaparan di tempat yang jauh dari keluarganya.

Apresiasi Kennedynews.id

Kennedynews.id mengapresiasi kecepatan dan ketelitian Tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun serta Polsek Dolok Batu Nanggar dalam mengungkap identitas korban. Di tengah keterbatasan informasi awal, mereka bekerja profesional hingga berhasil mencocokkan sidik jari dan mempertemukan jenazah dengan keluarganya.

Kami juga turut berduka cita atas meninggalnya Robinson Harianja. Sebuah kematian yang memilukan, yang seharusnya bisa dicegah jika ada kepedulian dari lingkungan sekitarnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua. Di sekitar kita, mungkin masih banyak saudara-saudara kita yang hidup terlantar, kelaparan, atau mengalami gangguan jiwa tanpa ada yang peduli. Jangan biarkan mereka sendirian. Kepedulian sekecil apa pun bisa menyelamatkan nyawa seseorang.

Semoga Robinson Harianja mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan. Mari kita jaga sesama, karena kemanusiaan adalah tanggung jawab kita bersama.

(Jhon.Ndr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *