
NIAS BARAT // Kennedynews.id
Pelaksanaan proyek pembangunan jalan aspal jenis Lapis Penetrasi Makadam (Lapen) di Desa Sitoluewali, Kecamatan Moro’o, Kabupaten Nias Barat, Selasa (04/08/2026) memicu sorotan tajam dari warga setempat. Pembangunan tersebut diperkirakan anggaran hingga miliaran rupiah disinyalir minim transparansi dan diduga menggunakan material yang tidak sesuai standar teknis.
Keresahan warga bermula sejak pengerjaan tahap awal hingga masuk pada fase pengerasan. Di lokasi proyek, warga tidak menemukan keberadaan papan informasi proyek (papan nama). Ketidakadaan informasi publik mengenai volume, sumber dana, nilai anggaran, hingga kontraktor pelaksana ini menimbulkan anggapan di tengah masyarakat bahwa proyek jalan—yang mencakup satu paket pekerjaan dengan tiga titik (satu titik konstruksi rigit beton)—sebagai “proyek siluman.”

Selain persoalan transparansi, kualitas pengerjaan pada tahap dasar pengerasan turut dipertanyakan. Warga menduga material yang digunakan pada lapisan dasar merupakan campuran pasir dan lumpur yang tidak layak untuk konstruksi jalan aspal. Kondisi ini dikhawatirkan membuat struktur jalan tidak tahan lama dan berpotensi cepat rusak sebelum dimanfaatkan secara maksimal.
Merespons temuan di lapangan, warga Desa Sitoluewali mendesak Pemerintah Kabupaten Nias Barat bersama dinas dan instansi teknis terkait untuk segera turun ke lapangan guna melakukan pengawasan dan evaluasi menyeluruh sebelum pekerjaan berlanjut ke tahap berikutnya.
Masyarakat menegaskan bahwa anggaran yang digunakan merupakan uang negara yang diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat, sehingga penggunaannya harus dipertanggungjawabkan secara terbuka dan mengutamakan mutu bangunan yang layak. Warga berharap keterbukaan informasi publik serta pengawasan ketat dapat diterapkan agar hasil pembangunan infrastruktur di Kecamatan Moro’o benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas dan perekonomian warga.
Kabiro Nias Barat
Editor : Admin





Tinggalkan Balasan