
Simalungun // Kennedynews.id
Kamis (27/08/2026) – Musim kemarau telah tiba. Udara terasa lebih panas, tanah mulai mengering, dan risiko kebakaran hutan serta lahan (Karhutla) pun meningkat. Kapolsek Dolok Silau AKP M. Nasir Daulay, S.H., bergerak cepat. Tidak menunggu di balik meja, ia bersama unsur Forkopimca Kecamatan Dolok Silau turun langsung ke tengah masyarakat untuk melaksanakan sosialisasi, mitigasi, dan pencegahan Karhutla di wilayah hukum Polsek Dolok Silau.
Bukan sekadar imbauan dari kejauhan, mereka datang langsung ke nagori, bertemu dengan masyarakat, dan memberikan edukasi tentang bahaya pembakaran lahan serta dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan sehari-hari.
Kapolsek Dolok Silau dan Forkopimca Turun ke Dua Nagori
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (27/08/2026) sekira pukul 21.50 WIB, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi dan mitigasi Karhutla ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, bertempat di dua lokasi, yaitu Nagori Marubun Lokkung dan Nagori Togur, Kecamatan Dolok Silau,” ujar AKP Verry Purba.
Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan oleh Kapolsek Dolok Silau AKP M. Nasir Daulay, S.H., bersama jajaran Forkopimca Kecamatan Dolok Silau, yang meliputi Camat Dolok Silau Agusti Ginting, S.Pt., serta perwakilan Danramil 18/SP yang diwakili oleh Serma Edi Jaya dan Sertu Agus Riadi, bersama personel Polsek Dolok Silau.
“Kapolsek Dolok Silau bersama Forkopimca Kecamatan Dolok Silau dan personel Polsek akan melaksanakan kegiatan sosialisasi, mitigasi, dan pencegahan Karhutla di wilayah hukum Polsek Dolok Silau,” ucap AKP Verry Purba.
Edukasi Bahaya Pembakaran Lahan
Kasi Humas menuturkan, pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini akan menyasar dua nagori sekaligus sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan yang biasa terjadi pada musim kemarau.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk pelaksanaan perintah pimpinan, tetapi juga bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat maupun aparatur nagori, bahwa aktivitas pembakaran lahan dan hutan dapat berdampak serius terhadap kerusakan lingkungan, sekaligus melanggar ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
“Kegiatan ini dimaksudkan selain melaksanakan perintah pimpinan, juga untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat dan aparatur nagori, bahwa kegiatan pembakaran lahan dan hutan akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan melanggar undang-undang yang berlaku di NKRI,” kata AKP Verry Purba.
Pencegahan Dini Lebih Efektif dari Penegakan Hukum
Ia menjelaskan, kehadiran Kapolsek Dolok Silau yang turun langsung bersama jajaran Forkopimca ke dua nagori tersebut menjadi bukti nyata kepedulian institusi Polri terhadap isu lingkungan hidup, khususnya dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meningkat pada periode Agustus-September 2026.
“Kepedulian Kapolsek Dolok Silau yang turun langsung ke masyarakat ini menunjukkan komitmen nyata Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, khususnya di wilayah hukum Polsek Dolok Silau,” ujar AKP Verry Purba.
Ia menegaskan, kegiatan sosialisasi semacam ini menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan dini, mengingat edukasi langsung kepada masyarakat dinilai jauh lebih efektif dibandingkan dengan tindakan penegakan hukum setelah kejadian kebakaran hutan dan lahan terjadi.
“Sosialisasi langsung kepada masyarakat menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan dini, karena edukasi yang tepat sasaran akan jauh lebih efektif dibandingkan penegakan hukum yang dilakukan setelah kejadian kebakaran terjadi,” pungkas AKP Verry Purba.

Harapan Kapolsek: Masyarakat Paham Bahaya Karhutla
Ia berharap, dengan pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan mitigasi ini, dapat berjalan dengan aman dan baik, sekaligus menghasilkan pemahaman yang lebih baik dari masyarakat maupun aparatur nagori mengenai bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan aman dan lancar, sehingga masyarakat dan aparatur nagori dapat lebih memahami bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pembakaran hutan dan lahan,” ujar AKP Verry Purba.
Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id mengapresiasi langkah proaktif Kapolsek Dolok Silau AKP M. Nasir Daulay dan jajaran Forkopimca yang turun langsung ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi pencegahan Karhutla. Ini adalah bentuk kepedulian nyata Polri terhadap isu lingkungan yang sering kali diabaikan hingga bencana terjadi.
Kami juga mengapresiasi sinergi antara Polsek, Camat, dan Koramil dalam kegiatan ini. Kerja sama lintas sektor adalah kunci utama dalam menangani persoalan lingkungan yang kompleks seperti Karhutla.
Kepada masyarakat Nagori Marubun Lokkung dan Nagori Togur, mari kita jaga lingkungan kita bersama. Jangan membakar lahan sembarangan. Karena api yang kecil dapat menjadi bencana besar yang merugikan banyak pihak. Dengan kesadaran bersama, kita bisa mencegah Karhutla dan menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.
(Jp. Ndraha)




Tinggalkan Balasan