Dorong Daya Saing Pariwisata Danau Toba, Kementerian Ekraf Sertifikasi 30 Pelaku Kuliner Samosir

Posted by

–

SAMOSIR // KENNEDYNEWS.ID

​Jumat (23/10/2026) – Guna memperkuat standar kualitas dan daya saing sumber daya manusia di sektor pariwisata kawasan Danau Toba, sebanyak 30 pelaku usaha kuliner di Kabupaten Samosir resmi dinyatakan kompeten setelah mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Okupasi Cook di Gedung Creative Hub Samosir, Rabu (21/10/2026).

​Sertifikasi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia tersebut merupakan bagian dari program Aktivasi Creative Hub 2026 yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (KemenEkraf).

​Dari total peserta yang lulus, 27 orang di antaranya merupakan pemilik usaha kuliner lokal, mulai dari produsen minuman tradisional bandrek, olahan kue dan bakery, camilan oleh-oleh, kedai kopi, katering, hingga pengelola rumah makan masakan khas Batak.

​Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, menegaskan bahwa standarisasi keahlian merupakan kunci utama bagi para pelaku ekraf untuk mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

​”Ekonomi kreatif hari ini tidak cukup hanya bermodal bakat semata. Kita membutuhkan kompetensi yang terstandar, diakui secara legal, dan berdaya saing tinggi,” ujar R. Adi Mukhtar Rivai.

​Uji 19 Unit Kompetensi dan Pendataan Digital

​Sebelum menjalani pengujian praktik, para peserta dibekali Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) selama tiga hari bersama instruktur berpengalaman.

​Asesmen unjuk kerja mencakup pengolahan hidangan lokal dan nasional seperti mi gomak, gulai daging sapi, ayam balado, talam gurih, hingga pancake. Penilaian mengacu pada 19 unit kompetensi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), meliputi aspek kebersihan area kerja (hygiene), keamanan pangan, K3, hingga manajemen pengembangan menu.

​Salah seorang pemilik usaha kuliner setempat, Sariaman Leone Manik dari Manik Brothers Coffee, mengapresiasi langkah KemenEkraf dan berharap inovasi serta pelatihan terpadu seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di Kabupaten Samosir.

​Guna menjamin pembinaan jangka panjang, seluruh peserta yang dinyatakan kompeten juga telah terdaftar secara digital di platform SIAPkerja dan Ekraf Hub untuk diintegrasikan ke dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional.

​(J.Ndraha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *