,

HS Laporkan Pelemparan Rumah via CC 110, Polsek Siantar Marihat Amankan JS yang Dalam Kondisi Mabuk

Posted by

Pematangsiantar // Kennedynews.id

Selasa (07/07/2026) – Suasana di Gang Buntu, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, mendadak gaduh. Seorang warga melaporkan adanya pelemparan rumah yang dilakukan oleh seseorang dalam kondisi mabuk.

Beruntung, Polsek Siantar Marihat Polres Pematangsiantar merespons cepat laporan Call Center (CC) 110 dan melakukan mediasi hingga masalah selesai secara kekeluargaan.

Laporan CC 110 dan Pengecekan TKP

Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, SH, SIK, MH, melalui Kasi Humas IPTU Agustina T.D, menjelaskan bahwa adanya pelemparan rumah tersebut dilaporkan oleh pelapor berinisial HS melalui Layanan Kepolisian di Call Center (CC) 110.

Selanjutnya, Operator CC 110 Polres Pematangsiantar meneruskan laporan tersebut ke piket Polsek Siantar Marihat. Personil piket pun langsung merespons cepat dengan melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Gang Buntu.

Pelaku Diamankan dan Mengakui Perbuatan

Personil piket kemudian mengamankan seorang laki-laki berinisial JS yang diduga sebagai pelaku pelemparan rumah. Saat itu, JS mengakui perbuatannya dan memohon maaf kepada warga yang ada di lokasi.

Warga Beri Toleransi dan Pengampunan

Adanya permohonan maaf dari pelaku JS serta atas kesepakatan dari RT setempat dan warga sekitar, mereka memberikan toleransi dan pengampunan terhadap pelaku JS.

Namun, ada catatan penting: apabila di kemudian hari JS melakukan hal-hal yang dapat menggangu kamtibmas atau mengulangi hal yang sama, maka warga akan membawa pelaku JS ke jalur hukum atas apa yang dilakukannya.

Tidak Ada Korban Materil

Permohonan maaf itu diberikan oleh warga karena tidak ada korban materil maupun korban luka atas perbuatan pelaku JS.

Apresiasi Kennedynews.id

Kennedynews.id mengapresiasi langkah Polsek Siantar Marihat yang merespons cepat laporan pelemparan rumah di Gang Buntu dan memfasilitasi mediasi antara pelaku dan warga.

Pendekatan kekeluargaan dan toleransi yang diberikan warga menjadi solusi terbaik, terutama karena tidak ada korban materil atau luka. Namun, peringatan tegas juga diberikan agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi JS dan tidak ada lagi gangguan kamtibmas di kemudian hari.

(Edi.Hlw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *