
Simalungun // Kennedynews.id
Selasa (11/08/2026) – Siang itu, suasana di Huta II, Nagori Bandar Masilam II, terasa hangat. Bukan karena terik matahari, melainkan karena pertemuan yang penuh makna antara dua keluarga. Sebuah perselisihan akibat pesan WhatsApp yang dinilai tidak pantas akhirnya berakhir dengan senyuman dan saling memaafkan. Bhabinkamtibmas Polsek Bandar Huluan AIPDA Sukisno menjadi penengah yang membawa kedamaian.
Di era digital yang serba cepat, kesalahpahaman di media sosial bisa terjadi kapan saja, bahkan di kalangan anak-anak. Namun, kehadiran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di tingkat desa membuktikan bahwa persoalan sekecil apa pun dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus berakhir di meja hijau.
AIPDA Sukisno: Mediasi Humanis Cegah Konflik Berkembang
Peristiwa tersebut bermula ketika seorang warga berinisial H.B. menyampaikan laporan terkait pesan melalui aplikasi WhatsApp yang diterima anaknya, seorang anak berusia 8 tahun berinisial B. Pesan yang diterima dinilai menggunakan kata-kata yang tidak pantas.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Bhabinkamtibmas AIPDA Sukisno melakukan penelusuran untuk mengetahui pihak yang berada di balik akun WhatsApp tersebut. Dari hasil penelusuran, pesan tersebut diketahui berasal dari seorang pelajar berusia 14 tahun berinisial A, yang juga berdomisili di wilayah yang sama.
Pendekatan Kekeluargaan untuk Kepentingan Terbaik Anak
A kemudian dimintai keterangan terkait pesan yang dikirimkan kepada B. Dalam proses tersebut, A menyampaikan bahwa dirinya tidak bermaksud membuat atau mengirimkan pesan tersebut dengan tujuan yang tidak baik kepada B.
Mengingat kedua pihak masih di bawah umur, Bhabinkamtibmas kemudian mengambil langkah penyelesaian secara humanis dengan mempertemukan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terbaik. Dalam pertemuan tersebut, turut dilakukan komunikasi dengan orang tua B yang berinisial K.
Pendekatan kekeluargaan dilakukan dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak serta menjaga agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Saling Memaafkan, Persoalan Selesai Damai
A secara sadar menyampaikan permintaan maaf kepada K selaku orang tua B dan kepada B. Permintaan maaf tersebut kemudian diterima oleh pihak keluarga. Suasana haru dan lega terpancar dari wajah kedua keluarga yang akhirnya bisa berdamai.
Kapolsek: Ini Pembelajaran Bijak Bermedia Sosial
Kapolsek Bandar Huluan IPTU Patar Banjar Nahor, S.H., M.H., melalui Bhabinkamtibmas mengapresiasi penyelesaian persoalan tersebut secara damai dengan mengutamakan pendekatan pembinaan dan kekeluargaan.
“Karena yang terlibat masih anak-anak, penyelesaian dilakukan dengan pendekatan yang mengedepankan pembinaan, komunikasi dan kepentingan terbaik bagi anak. Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran agar anak-anak lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial,” ujar IPTU Patar Banjar Nahor.
Polri Hadir Mencegah Konflik Sejak Dini
Problem solving yang dilakukan Bhabinkamtibmas juga menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat menyelesaikan persoalan sosial sejak dini. Kepolisian tidak hanya hadir ketika sebuah persoalan telah menjadi perkara hukum, tetapi juga berupaya mencegah konflik berkembang melalui komunikasi dan penyelesaian yang tepat.
Dengan adanya pertemuan dan permintaan maaf, persoalan tersebut akhirnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak keluarga menerima permintaan maaf dan situasi di wilayah tersebut tetap aman serta kondusif.
Imbauan untuk Orang Tua
Polsek Bandar Huluan mengimbau para orang tua agar terus mendampingi anak-anak dalam menggunakan perangkat digital. Pengawasan yang baik, komunikasi terbuka, dan edukasi mengenai etika berkomunikasi di dunia maya menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman maupun persoalan serupa di kemudian hari.
Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id mengapresiasi langkah cepat dan humanis Bhabinkamtibmas Polsek Bandar Huluan AIPDA Sukisno dalam menangani perselisihan akibat pesan WhatsApp. Pendekatan kekeluargaan yang mengedepankan pembinaan dan kepentingan terbaik anak adalah contoh nyata Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat.
Kami juga mengapresiasi penyelesaian damai yang berakhir dengan saling memaafkan. Ini menjadi pembelajaran berharga, tidak hanya bagi anak-anak yang terlibat, tetapi juga bagi seluruh masyarakat, bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik dan niat tulus.
Kepada para orang tua, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pendampingan dan pengawasan anak-anak dalam bermedia sosial. Dunia digital memiliki banyak manfaat, tetapi juga menyimpan potensi konflik jika tidak digunakan dengan bijak. Mari kita dampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab di dunia nyata maupun dunia maya.
(Jp. Ndraha)




Tinggalkan Balasan