KemenEkraf Bagikan ‘Paspor Naik Kelas’, 30 Pelaku Usaha Kuliner Samosir Raih Sertifikat Kompetensi

Posted by

–

SAMOSIR // KENNEDYNEWS.ID

​Jumat (23/10/2026) – Upaya memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan standar profesionalisme industri kuliner di kawasan strategis pariwisata Danau Toba kembali mendapat suntikan energi baru. Sebanyak 30 pelaku usaha kuliner di Kabupaten Samosir resmi mengantongi sertifikat kompetensi usai mengikuti Uji Sertifikasi Skema Okupasi Cook di Gedung Creative Hub Samosir, Rabu (21/10/2026).

​Sertifikasi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Jana Dharma Indonesia ini menjadi puncak rangkaian program flagship Aktivasi Creative Hub 2026 yang diusung Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (KemenEkraf).

​Sebelum menjalani uji praktik, para peserta mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) selama tiga hari, pada 18–20 Oktober 2026, dengan bimbingan instruktur profesional berstandar SKKNI.

​Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif KemenEkraf, R. Adi Mukhtar Rivai, menegaskan bahwa sertifikat kompetensi yang diraih para peserta merupakan pijakan strategis untuk menembus ekosistem industri yang lebih luas.

​”Sertifikat kompetensi ini bukan sekadar kertas, melainkan ‘paspor’ bagi para pelaku usaha untuk naik kelas, masuk ke industri nasional, membuka lapangan kerja baru, hingga mampu bersaing di tingkat global,” ujar R. Adi Mukhtar Rivai.

​Uji Praktik Olahan Nusantara dan Integrasi Digital

​Dalam sesi unjuk kerja di hadapan tim asesor, para peserta mempraktikkan langsung pengolahan dan penyajian berbagai hidangan khas maupun nasional, seperti mi gomak, gulai daging sapi, ayam balado, talam gurih, dan pancake.

​Penilaian mengacu pada 19 unit kompetensi, mencakup aspek higienitas area kerja, keamanan pangan (food safety), keselamatan kerja (K3), pengolahan unggas dan daging, hingga pembuatan pastry dan bakery.

​Salah seorang pemilik usaha kuliner lokal, Sariaman Leone Manik dari Manik Brothers Coffee, mengungkapkan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini menjadi modal berharga bagi pelaku usaha tempatan untuk terus beradaptasi dengan tren industri tanpa kehilangan cita rasa khas daerah.

​Sebagai langkah pembinaan berkelanjutan, seluruh 30 peserta yang dinyatakan kompeten kini telah terdaftar secara digital di platform SIAPkerja dan Ekraf Hub, guna mengintegrasikan produk serta keahlian mereka ke dalam rantai pasok ekonomi kreatif nasional.

​(J.Ndraha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *