MIRIS! ORANG NO.1 PROVINSI PERNAH DATANG, TAPI MBG TAK PERNAH SAMPAI! 4 DESA DI PINGGIRAN NIAS BARAT HANYA BISA MENCIUM AROMA MBG DARI CERITA TEMAN

Posted by

–

Ini adalah potret pilu ketidakadilan pendidikan di ujung negeri. Sebuah berita sedih yang wajib didengar oleh para tokoh dari Pusat, provinsi, Hingga kabupaten.

Sampai hari ini, Senin, (22/09/2026) Program Nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang untuk seluruh anak Indonesia, BELUM PERNAH DINIKMATI sama sekali oleh siswa/siswi di seberang Sungai Oyo (Sungai Merah), Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat.

Padahal yang memprihatinkan, wilayah tersebut pernah didatangi langsung oleh Orang Nomor 1 di Provinsi (Gubernur Sumut Saat ini). Namun kehadiran pejabat tinggi itu ternyata belum mampu menghadirkan sepiring MBG untuk anak-anak di sana.

Oplus_131072

Di 4 desa ini, sekolah mulai dari KB – TK – SD – SLTA Sederajat. SEMUANYA belum pernah tersentuh MBG. NOL !

“ANAK KAMI HANYA BISA MENDENGAR DAN MENCIUM AROMA HARUM MBG DARI CERITA”

Para tokoh pemerhati pendidikan di 4 desa tersebut menyampaikan keluhan pilu kepada Kennedynews.id:

> “Kami memohon dengan sangat agar MBG segera diberikan supaya siswa/i di 4 desa ini mendapat keadilan. Kami harapkan pengelola MBG di 4 desa ini diperintahkan oleh Pusat, Provinsi, dan Kabupaten untuk segera dimulai. Jangan sampai anak-anak kami di sini tidak hanya mendengar dan mencium harumnya MBG bila diceritakan teman mereka yang pernah menerima MBG tersebut.”

Bayangkan! Anak-anak di seberang Sungai Merah itu hanya bisa menelan ludah, mendengarkan cerita teman dari desa lain tentang enaknya MBG. Mereka belum pernah mencicipinya sama sekali!

Ini adalah TANGISAN KEADILAN. Program Nasional harusnya untuk semua, bukan hanya untuk yang dekat dengan kota.

Kami dari Kennedynews.id memanggil hati nurani para pengelola MBG Nasional, Gubernur Sumatera Utara, dan Bupati Nias Barat. Tolong, seberangi Sungai Oyo itu! Lihatlah anak-anak di Ononamolo II, Tarahoso, Hilimbaruzo, dan Tarahan yang menunggu dengan piring kosong!

JANGAN BIARKAN MEREKA HANYA MENJADI PENONTON DI NEGERINYA SENDIRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *