
Sidomulyo // kennedynews.id
Minggu (31/5/2026), Aula Gereja Katolik Keluarga Kudus Sidomulyo penuh, Minggu malam (31/5/2026). Mulai pukul 20.00-23.00 WIB, ormas lintas agama menghadiri undangan umat katolik duduk satu ruangan.
Dipandu MC Mas Moko selaku pelaksana, mereka nobar film dokumenter pembabatan hutan 2,5 juta hektare di Papua, setelah dibuka doa bersama menurut agama masing masing oleh Romo George.

Film itu jadi pembuka diskusi. Isunya: kepentingan politik di balik penggundulan hutan, pentingnya pendekatan kultural ke suku Papua, dan hutan sebagai “nafas alam” untuk kelangsungan hidup.Catatan dari meja dialog.
Beni Raharjo, Waka II DPRD Lampung Selatan Fraksi Golkar, menolak pembabatan hutan di Papua tetapi apa mau di kata sudah terjadi gumamnya, Andi Hidayat, S.Pd., S.H. dari NU GP Ansor minta pendekatan kultural ke masyarakat adat Papua, namun sudah terjadi imbuhnya.
M. Ridho Sag & Dedi Erwin dari Muhammadiyah dorong pemerintah utamakan penengahan komunikasi pendekatan ke suku adat papua, sesalnya hukum. Pak Simon, Ketua Persatuan Gereja, ingatkan UUD 1945 Pasal 29 soal kebebasan beragama dan kesenjangan sosial.
Ketua Wanita Katolik RI Lampung Selatan, tolak penggusuran, ajak kurangi sampah plastik, dan jaga kelestarian hutan dibumi pertiwi.Sementara mas Sugeng Budiarto juga turut bersuara tentang perlunya Panca Sila.
Wayan Rasta dari Pemuda Hindu Lamsel, Ketua Pemuda Katolik Lampung Selatan, serta Mahasiswa Papua Lampung juga mengisi dialog. Ada refleksi: “Sudah terjadi, percuma menolak apalagi melawan pemerintah sambil menghela nafas panjang” Dedi Erwin tutup dengan pesan jaga keseimbangan lintas agama.
Diskusi semakin hangat nyambung ke sejarah transmigrasi Lampung pada tahun 1959 diera Pak Jendral Suharto dibumi Lampung Legun, Kec. Sidomulyo Ketibung, 4 Marga.Acara ditutup simbolis. Peserta pulang bawa bibit alpukat varietas Siger yang dibagikan oleh panitia gereja.

Makan malam kebersamaan dilanjutkan menu ikan lele bukan babi sebagai wujud toleransi dan Bhinneka Tunggal Ika, setelah ditutup dengan Doa oleh Pak Pur “Dialog selesai, aksi dimulai. Jaga bumi, jaga kita semua,” kata Mas Moko.
Fastabiqul Khairat – Bhinneka Tunggal Ika
Sumber :
(Romo ismarwanto)







Tinggalkan Balasan