
Tuhemberua // kennedynews.id
Proses administrasi calon siswa baru berinisial ASZ (atau Alya Syadiqoh Zega) di SD Negeri Helera, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, memicu polemik antarsekolah. Hingga berita ini diturunkan, baik pihak operator SDN Helera maupun Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara, Meiterima Hulu, belum memberikan tanggapan resmi terkait konfirmasi yang diajukan oleh awak media mengenai kejelasan status data siber Dapodik sang anak.

Polemik ini bermula ketika dokumen Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) milik ASZ dipertanyakan keabsahannya oleh pihak SDN Helera bukan saat proses pendaftaran. Di sisi lain, pihak sekolah asal yakni Kelompok Belajar (KB) Mawar Humene telah menegaskan secara tertulis bahwa dokumen STTB milik ASZ adalah sah dan datanya telah terdaftar secara resmi di sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) mereka.
Upaya konfirmasi telah dilakukan jurnalis Kennedynews.id kepada Operator SDN Helera guna memperjelas kendala teknis, status Verifikasi Data Peserta Didik (Verval PD), maupun Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) milik anak tersebut. Pertanyaan serupa mengenai langkah verifikasi dan jaminan hak belajar anak juga telah dikirimkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Nias Utara sejak pagi hari. Namun, hingga batas waktu penayangan berita pada pukul 17.00 WIB, kedua pihak terkait belum memberikan jawaban tertulis maupun kesediaan untuk diwawancarai.
Dampak dari belum selesainya urusan administrasi ini diduga mulai memengaruhi kondisi psikologis anak. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, ASZ sempat mengikuti kegiatan belajar di SDN Helera selama satu minggu. Namun, kini sudah hampir dua bulan anak tersebut tidak mau masuk sekolah. Pihak keluarga menduga, keengganan ASZ untuk bersekolah disebabkan oleh rasa takut setelah adanya dugaan ucapan dari oknum guru yang menyebutkan bahwa ibunya akan ditangkap oleh polisi terkait persoalan pribadi antara ibu ASZ dengan oknum guru Inisial MNZ.
Demi keberimbangan informasi (cover both sides) dan perlindungan hak atas pendidikan bagi anak, ruang klarifikasi dan tanggapan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara serta pihak SDN Helera tetap terbuka penuh guna meluruskan simpang siur teknis administrasi ini di tengah masyarakat.
Penulis: Jamil mendofa
Editor: Admin






Tinggalkan Balasan