
Simalungun // Kennedynews.id
Senin (10/08/2026) – Dini hari itu, suasana di areal perkebunan kelapa sawit PTPN IV Kebun Marihat masih sunyi. Namun, laporan yang masuk ke Polsek Gunung Malela membuat suasana berubah menjadi hening yang mencekam. Seorang remaja ditemukan tak bernyawa di tengah kebun. Tanpa membuang waktu, personel Polsek Gunung Malela bersama Tim Identifikasi (Inafis) Polres Simalungun segera bergerak cepat ke lokasi.
Bukan sekadar mendatangi tempat kejadian, mereka bekerja sistematis dan profesional. Olah TKP dilakukan dengan teliti, keterangan saksi dihimpun, hingga penyebab kematian korban berhasil diungkap. Inilah Polri yang hadir dan sigap dalam setiap situasi.
Kapolsek Gunung Malela: Personel Langsung Bergerak Cepat
Kapolsek Gunung Malela, AKP Hengky Bonari Siahaan, S.H., M.H., saat dikonfirmasi awak media pada Senin (10/08/2026) sekira pukul 21.05 WIB, mengungkapkan bahwa informasi penemuan jenazah pertama kali diterima pada Senin dini hari, sekira pukul 05.19 WIB.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel kami langsung bergerak cepat menuju lokasi dan segera berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Simalungun untuk melakukan olah TKP secara profesional,” ujar AKP Hengky Bonari Siahaan.
Korban diketahui bernama Posman Pratama Damanik, remaja berusia 17 tahun, warga Huta IV Bagasan, Nagori Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Olah TKP Sistematis dan Transparan
Sesampainya di lokasi, sinergi antara personel Polsek Gunung Malela dan Tim Inafis Polres Simalungun langsung terlihat melalui pelaksanaan olah TKP yang dilakukan secara sistematis dan disaksikan langsung oleh Pemerintah Nagori serta Babinsa setempat. Langkah ini diambil untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas proses penyelidikan.
“Proses olah TKP kami laksanakan secara cermat bersama Tim Inafis, disaksikan langsung oleh Pemerintah Nagori dan Babinsa, untuk memastikan setiap bukti dan keterangan tergali secara akurat,” ungkap AKP Hengky Bonari Siahaan.
Kesimpulan: Tewas Tersengat Listrik 550 KVA
Dari hasil kerja tim gabungan tersebut, berhasil dihimpun keterangan dari lima orang saksi serta hasil pemeriksaan visum luar yang menyeluruh. Tim Inafis Polres Simalungun, yang diwakili oleh Aipda Owen Saragih dan Aipda Sujid Saputra, bekerja teliti dalam mendokumentasikan kondisi jenazah.
Hasilnya, tim menyimpulkan bahwa korban diduga meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik tegangan tinggi berkekuatan 550 KVA saat mengegrek buah kelapa sawit. Alat egrek berbahan viber aluminium yang digunakan korban diduga menjadi konduktor yang menyebabkan sengatan listrik fatal.
“Berkat ketelitian Tim Inafis, kami dapat memperoleh gambaran jelas mengenai penyebab kematian korban, yakni diduga akibat sengatan listrik tegangan tinggi yang mengenai alat egrek berbahan viber aluminium,” kata AKP Hengky Bonari Siahaan.
Pendampingan Keluarga Korban
Selain melakukan olah TKP, personel Polsek Gunung Malela turut sigap membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Djasamen Saragih guna proses pemeriksaan lanjutan. Mereka juga memfasilitasi pihak keluarga dalam pengurusan administrasi, termasuk surat pernyataan penolakan autopsi yang disampaikan keluarga korban.
“Kami turut mendampingi keluarga korban dalam proses administrasi di rumah sakit, termasuk memfasilitasi penyampaian surat pernyataan dari pihak keluarga,” tutur AKP Hengky Bonari Siahaan.
Sinergi Polsek dan Inafis
Sebanyak enam personel Polsek Gunung Malela turut dikerahkan dalam penanganan kasus ini, yakni AKP Hengky B. Siahaan, IPDA Roy Rumapea, Aiptu Ipran Saragih, Aipda Indo Siahaan, Aipda Felix Tamba, dan Brigadir Efraim Purba. Mereka bahu-membahu bersama Tim Inafis hingga proses penanganan tuntas.
“Kinerja Tim Inafis Polres Simalungun bersama personel Polsek Gunung Malela dalam penanganan kasus ini menunjukkan sinergitas yang baik antara satuan kewilayahan dan satuan fungsi teknis,” tutur AKP Hengky Bonari Siahaan.
Apresiasi Kennedynews.id
Kennedynews.id mengapresiasi kesigapan dan profesionalisme Polsek Gunung Malela serta Tim Inafis Polres Simalungun dalam menangani penemuan jenazah di Kebun Marihat. Kecepatan respons dan ketelitian dalam olah TKP menunjukkan bahwa Polri hadir sungguh-sungguh untuk masyarakat.
Kami juga mengapresiasi transparansi yang ditunjukkan dengan melibatkan Pemerintah Nagori dan Babinsa dalam proses olah TKP. Langkah ini penting untuk memastikan penanganan kasus berjalan akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepada masyarakat, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran listrik tegangan tinggi. Pastikan selalu menggunakan alat pelindung dan mematuhi rambu-rambu keselamatan yang ada. Keselamatan jiwa adalah hal yang paling utama.
(Jp. Ndraha)




Tinggalkan Balasan